Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali 2 Jam ke Depan
bbn/nowcasting.bmkg.go.id/bs/bali/BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali 2 Jam ke Depan.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Bali pada Kamis, 15 Januari 2026, mulai pukul 16.00 WITA hingga dua jam ke depan.
Berdasarkan informasi dari https://nowcasting.bmkg.go.id/bs/bali, BMKG menyebut hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang serta kilat atau petir berpeluang terjadi di beberapa kabupaten dan kota. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Wilayah yang masuk status waspada meliputi Kabupaten Tabanan di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Kediri, dan Pupuan. Di Kabupaten Badung, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kecamatan Mengwi, Abiansemal, dan Kuta Utara.
Sementara itu, di Kabupaten Gianyar, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kecamatan Sukawati, Blahbatuh, Gianyar, dan Ubud. Kabupaten Klungkung juga terdampak, khususnya di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dan Dawan. Seluruh kecamatan di Kota Denpasar, yakni Denpasar Utara, Selatan, Barat, dan Timur, turut masuk dalam wilayah peringatan dini.
Sebelumnya, BMKG mendeteksi bibit Siklon Tropis 96S di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diperkirakan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi cuaca ekstrem di Bali hingga Jumat, 16 Januari 2026.
"Bibit siklon tropis itu mulai terbentuk pada 14 Januari 2026 pukul 14.00 WITA berdasarkan data Direktorat Meteorologi Publik," jelas Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, Kamis, 15 Januari 2026.
Pusat Peringatan Siklon Tropis (TCWC) Jakarta terus memantau pergerakan bibit Siklon Tropis 96S. Berdasarkan pemantauan InfoBMKG, pada pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi bibit siklon tersebut terdeteksi berada di Samudera Hindia, sebelah selatan NTB.
BMKG mencatat kecepatan angin maksimum bibit siklon tersebut diperkirakan mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1.002 hektopascal. Meski memiliki peluang rendah berkembang menjadi siklon tropis, sistem ini bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Dampak tidak langsung dari sistem cuaca tersebut diperkirakan masih dirasakan hingga Jumat pukul 08.00 WITA. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali.
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang laut tinggi hingga 2,5 meter di Selat Lombok dan Selat Bali. Sementara itu, gelombang laut setinggi hingga empat meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia, dari selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur.
Di sisi lain, BMKG juga mendeteksi keberadaan bibit Siklon Tropis 91W yang terpantau di wilayah Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara. Masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau tetap memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1016 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 818 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 634 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 595 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik