Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
Kasus Bunuh Diri di Bangli Masih Tinggi
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli masih tergolong tinggi dan menjadi persoalan serius. Bahkan, kasus tersebut sudah menyentuh kelompok usia anak-anak dan generasi muda.
Kondisi ini menuntut perhatian serta keterlibatan seluruh pihak untuk memperkuat kesehatan mental masyarakat, khususnya generasi muda.
Berdasarkan data yang ada, kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli pada tahun 2025 tercatat mencapai 18 kasus. Sementara pada tahun 2024, jumlahnya bahkan lebih tinggi, yakni 20 kasus. Menyikapi hal tersebut, berbagai pihak di Kabupaten Bangli berkomitmen menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait kesehatan mental masyarakat, terutama bagi generasi muda.
Komitmen itu terungkap dalam diskusi bertajuk Memaksimalkan Layanan Kesehatan Mental dan Pencegahan Penyakit untuk Generasi Sehat dan Emas di Kabupaten Bangli yang digelar di RSUD Bangli, Rabu (18/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan bahwa di tengah kemajuan zaman, masyarakat dihadapkan pada berbagai permasalahan kehidupan. Jika mental tidak kuat, kondisi tersebut dapat berdampak pada meningkatnya kasus bunuh diri.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan jiwa dan mental masyarakat, agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini," katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Bangli dr. I Dewa Gede Oka Darsana menjelaskan bahwa kasus bunuh diri umumnya terjadi akibat rapuhnya kondisi mental seseorang dalam menghadapi masalah. Pihaknya menyatakan kesiapan RSUD Bangli untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan skrining risiko, serta pengurangan akses terhadap metode yang kerap digunakan untuk bunuh diri.
Dengan adanya deteksi dini, upaya pencegahan awal diharapkan dapat segera dilakukan. RSUD Bangli juga telah menyiapkan tenaga psikolog dan psikiater untuk turun langsung ke lapangan dalam rangka penguatan layanan kesehatan mental masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 148 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 80 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 77 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun