Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pansus Temukan Dugaan Manipulasi Kubikasi Material Galian C di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Karangasem menemukan dugaan permainan kubikasi dalam aktivitas pengangkutan material galian C di lapangan. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi kebocoran pajak yang cukup signifikan.
Berdasarkan hasil pengecekan di salah satu lokasi, yakni Pos Rendang, Pansus mendapati adanya ketidaksesuaian antara jumlah kubikasi yang tercantum dalam faktur dengan muatan riil di lapangan. Dimana dalam faktur tercatat hanya 4 kubik, namun faktanya truk pengangkut material bisa memuat hingga 8 sampai 12 kubik.
Ketua Pansus I, I Nengah Sumardi, mengungkapkan bahwa temuan tersebut telah disampaikan dalam rapat kerja bersama BPKAD dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia menilai kondisi ini berpotensi besar menimbulkan kebocoran pendapatan daerah.
“Yang tercatat difaktur 4 kubik, sedangkan aslinya truk muat jauh di atas itu, bisa 8 sampai 12 kubik. Ini kan potensi kebocoran, bayangkan lagi 300 persen kubikasi yang tidak kena pajak,” ujarnya usai rapat kerja, Senin (27/4/2026).
Selain persoalan kubikasi, Pansus juga menyoroti masih digunakannya faktur manual dalam transaksi. Penggunaan faktur manual ini disebut masih dilakukan dengan alasan kendala jaringan atau sinyal di beberapa wilayah.
Namun demikian, Pansus menilai keberadaan faktur manual sangat rentan disalahgunakan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar seluruh transaksi segera beralih ke sistem digital guna meminimalisir potensi kecurangan.
“Kami mendorong agar tidak ada lagi faktur manual. Semua harus menggunakan sistem digital karena lebih transparan dan meminimalisir celah penyalahgunaan,” tegas Sumardi.
Pansus I juga mengakui bahwa temuan ini baru berasal dari satu lokasi saja, yakni Pos Rendang. Meski demikian, jika praktik serupa terjadi di lokasi lain, maka potensi kebocoran pajak bisa jauh lebih besar luput dari perhatian selama ini.
Sebelumnya, berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), hingga akhir tahun 2025 terdapat 15 titik wilayah Kabupaten Karangasem yang masih mengalami kesulitan sinyal atau blank spot. Dari jumlah tersebut, empat titik berada di Kecamatan Selat dan Rendang.
Adapun wilayah blank spot tersebut tersebar di beberapa kecamatan, termasuk tiga titik di Kecamatan Rendang yakni di Desa Rendang, serta satu titik di Kecamatan Selat di wilayah Desa Sebudi Banjar Dinas Ancut. Sementara titik lainnya berada di wilayah Kecamatan Karangasem, Manggis, Abang, Kubu, dan Sidemen.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5768 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan