Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Disdikpora Denpasar Atur Pola Belajar Selama Ramadan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar resmi mengeluarkan edaran panduan kegiatan belajar mengajar dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kebijakan ini ditujukan untuk seluruh satuan pendidikan di Kota Denpasar, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SKB/PKBM.
Panduan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800/426/Disdikpora yang mengatur penyesuaian aktivitas pembelajaran selama Ramadan. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama tiga menteri, guna memberikan ruang bagi peserta didik untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Pada awal Ramadan, tepatnya 18–21 Februari 2026, siswa akan melaksanakan pembelajaran secara mandiri dari lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan sekolah.
"Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah masing-masing," ujar Agung Gede Wiratama.
Setelah periode belajar mandiri, kegiatan belajar tatap muka kembali berlangsung di sekolah mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Selanjutnya, siswa akan menikmati libur panjang dalam rangka Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri selama dua pekan, yakni 16–20 Maret serta 23–27 Maret 2026. Seluruh aktivitas pendidikan dijadwalkan normal kembali pada 30 Maret 2026.
Disdikpora Kota Denpasar menekankan agar selama masa pembelajaran mandiri, sekolah tidak memberikan beban akademis yang berat. Guru diharapkan memberi penugasan yang menyenangkan dan tidak memberatkan orang tua, termasuk menghindari kewajiban penggunaan kuota internet secara intensif.
Selain itu, selama kegiatan belajar di sekolah pada bulan Ramadan, satuan pendidikan diminta melakukan penyesuaian dengan mengurangi intensitas mata pelajaran yang menguras fisik seperti PJOK dan kepanduan.
"Guru juga didorong melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar tanpa tekanan berlebih. Perhatian khusus wajib diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau siswa yang berpotensi tertinggal dalam pelajaran," paparnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar