Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Seminar Anak Tuli Dorong Layanan Inklusif di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Program Studi Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bekerja sama dengan Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial Universitas Bali Dwipa serta Pusbisindo Cabang Bali menyelenggarakan Seminar dan Mini Workshop bertajuk Memahami Fungsi Kognitif dan Perkembangan Anak Tuli: Peran Petugas Kesehatan, Dunia Pendidikan, dan Support System.
Kegiatan ini digelar pada Kamis, 19 Februari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan dr. A.A. Made Djelantik, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar.
Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pemahaman ilmiah dan praktik profesional terkait perkembangan kognitif, kesehatan mental, serta akses layanan yang inklusif bagi anak Tuli.
Acara diawali dengan sambutan Rektor Universitas Bali Dwipa I Nyoman Sucipta, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam membangun sistem pendidikan dan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan. Sambutan berikutnya disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana I Gede Eka Wiratnaya, yang menegaskan peran institusi pendidikan kedokteran dalam meningkatkan sensitivitas budaya, kompetensi komunikasi, serta pendekatan pelayanan kesehatan yang ramah bagi individu Tuli.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan, dilakukan prosesi pemukulan gong secara bersama oleh Ketua Panitia Anak Ayu Sri Wahyuni dan Koordinator Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Cokorda Bagus Jaya Lesmana. Prosesi ini menandai komitmen bersama dalam mendorong pelayanan kesehatan mental yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan komunitas Tuli.
Seminar menghadirkan tiga narasumber utama. I Gusti Agung Yunita Utami membahas peran keluarga dalam mendampingi anak Tuli agar tumbuh optimal melalui lingkungan yang responsif dan bebas stigma. Luh Kadek Pande Ary Susilawati menyoroti pentingnya akses bahasa sejak dini sebagai fondasi perkembangan kognitif dan kesejahteraan psikososial komunitas Tuli. Sementara Anindya memaparkan urgensi kompetensi tenaga kesehatan dalam komunikasi berbasis Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) serta sensitivitas terhadap budaya Tuli.
Kegiatan dilanjutkan dengan mini workshop interaktif bersama Pusbisindo Cabang Bali yang membahas Bahasa Isyarat Indonesia sebagai fondasi perkembangan kognitif, kesehatan mental, dan akses layanan bagi anak Tuli. Workshop ini memberikan pengalaman praktis bagi peserta dalam memahami komunikasi yang inklusif dan efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara tenaga kesehatan, akademisi, pendidik, serta komunitas Tuli dalam menciptakan sistem dukungan yang inklusif, aksesibel, dan bermartabat bagi anak Tuli di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar