Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Imlek 2577 INTI Bali, Cermin Jati Diri Bali Era Baru
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Keluarga besar Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) Bali menggelar acara Malam Persaudaraan Imlek 2577 tahun 2026 di Hongkong Garden Restoran, Jumat 20 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri Konjen RRT di Denpasar Mr. Zhang Zhisheng, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Sekda Denpasar IGN Eddy Mulya, Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Ketua LVRI Bali I Gusti Bagus Saputera, Penglingsir Puri dan tokoh masyarakat lainnya.
Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur, I Nyoman Giri Prasta mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang mendalam kepada Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali. Perayaan Imlek malam ini bukan sekadar pesta pergantian tahun, melainkan sebuah pernyataan kultural bahwa Bali adalah rumah bagi keberagaman yang harmonis.
"Titiang melihat, kontribusi semeton Tionghoa di Bali sangat luar biasa. Hubungan persaudaraan kita bukan baru terjalin satu-dua tahun, melainkan sudah ratusan tahun. Jejak sejarah Dalem Balingkang dengan Putri Kang Cing Wie adalah bukti tak terbantahkan bahwa akulturasi budaya Tionghoa dan Bali telah melahirkan taksu yang unik. Lihatlah arsitektur Pura-pura kita, begitupun juga penggunaan pis bolong dalam upacara yadnya, hingga tarian Barong Landung, semua itu adalah napas persaudaraan yang menyatu," ujarnya.
Tema Imlek Tahun 2577/2026 ini sangat puitis dan filosofis, yakni "Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan". Tema ini adalah cerminan dari jati diri Bali Era Baru.
Istilah "Banyak Warna" melambangkan kekayaan kita. Ada merah, kuning, putih, hitam; ada Hindu, Buddha, Islam, Kristen, Konghucu; ada etnis Bali, Tionghoa, dan lainnya. Perbedaan itu adalah anugerah, bukan ancaman. Justru karena berwarna-warni itulah Bali menjadi indah laksana pelangi.
"Dengan semangat "Satu Langkah", mari kita pastikan Bali tetap ajeg, tetap metaksu, dan tetap menjadi pulau yang dicintai dunia karena kedamaiannya. Bali tumbuh kuat karena keberagaman yang hidup dalam harmoni. Tidak ada mayoritas atau minoritas dalam pembangunan Bali. Yang ada adalah kebersamaan sebagai warga Bali dan warga Indonesia."
Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Zhang Zhisheng, sangat mengapresiasi penyelenggaraan Imlek INTI Bali dan menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru kepada masyarakat Tionghoa.
Menurutnya, Imlek tidak hanya melambangkan kebersamaan dan keharmonisan, tetapi juga menjadi jembatan penting dalam pertukaran antarperadaban. Konjen juga menambahkan bahwa komunitas Tionghoa di Indonesia telah lama berkontribusi dalam pembangunan ekonomi serta hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara semakin erat, khususnya di bidang ekonomi, budaya, dan pariwisata. Bali sebagai destinasi wisata utama terus menarik wisatawan Tiongkok, membuka peluang kerja sama yang luas.
Ketua INTI Bali Putu Agung Prianta dalam sambutannya menyampaikan, perayaan Tahun Baru Imlek adalah momentum memperkuat kebersamaan. Tema Imlek kali ini, “Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan,” mengingatkan kita bahwa Indonesia tidak pernah dibangun oleh satu warna saja. Indonesia berdiri karena keberanian banyak warna untuk berjalan bersama.
Dikatakan, hubungan Tionghoa dan Bali bukanlah cerita baru. Sejak abad-abad awal perdagangan maritim Nusantara, jejak interaksi itu sudah terjalin. Catatan Dinasti Tang menyebut hubungan dengan wilayah Nusantara. Dalam sejarah Bali, kita mengenal kisah perkawinan Raja Bali dengan putri Tiongkok, Kang Cing Wie, yang menjadi simbol akulturasi budaya Bali-Tiongkok. Artinya, kebersamaan ini bukan sesuatu yang dipaksakan, tapi tumbuh alami, berabad-abad lamanya. Dan merupakan hasil dialog budaya, saling menghormati, dan saling memperkaya.
"Sebagai warga Indonesia keturunan Tionghoa di Bali, kita berdiri di atas fondasi sejarah yang kuat. Di pulau inilah keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan cara hidup. Dan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sebagai warga keturunan Tionghoa, kita tidak berdiri di pinggir sejarah. Kita adalah bagian utuh dari perjalanan bangsa ini."
INTI adalah Organisasi Sosial kebangsaan yang Inklusif dan Nasionalis, Kami ingin hadir membantu masyarakat tanpa membedakan suku dan agama. Kami juga ingin bersama-sama membuka dan menjaga ruang kolaborasi lintas komunitas.
"Satu langkah kita mungkin kecil. Tetapi ketika diambil bersama, bisa menjadi gerakan besar bersama. Banyak warna berbeda, tetapi ketika dirajut akan menjadi kain kebangsaan yang indah, harmonis dan kuat. Mari di tahun baru ini, kita melangkah lebih jauh," ajaknya.
Pada acara itu INTI Bali juga memberi penghargaan kepada mendiang, Lie Sing Khoen, veteran pejuang kemerdekaan RI, keturunan Tionghoa.
"Atas nama INTI Bali saya merasa bangga atas dinobatkannya kakek Ketua Pembina INTI Bali, Romo Sin sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan oleh LVRI Bali,
Dalam Kesempatan ini Ijinkan saya memberikan penghargaan kepada keluarganya Romo Sin," ujar Agung Prianta.
Ketua Panitia Malam Persaudaraan Imlek 2557, Ni Putu Aeni Riawati menyampaikan, melalui malam persaudaraan ini kita bersama sedang berusaha menjaga warisan budaya luhur pentingnya persaudaraan dan persatuan sebagai teladan bagi generasi penerus untuk masa depan yang lebih baik sesuai yang telah digariskan para pendiri bangsa ini juga pesan- pesan pendiri INTI Bali.
Kegiatan perayaan Imlek 2577 ini diarahkan pada upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, sosial kemanusiaan, peduli sesama dan lingkungan serta berbakti kepada orangtua, guru, leluhur dan orang-orang yang berjasa dalam kehidupan, baik di keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara Indonesia. Kegiatan sederhana itu berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar yang memperingati HUT ke-238, dengan Forum Pembauran Kebangsaan dan Komunitas Mitra INTI Bali.
Dari Kolaborasi berbagai pihak ini melahirkan beraneka ragam kegiatan seperti Senam AW S3, Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Medis maupun Tradisional Chinese Medicine 15/2, Festival Lampion 19-20/2, Imlek Harmoni-Tradisi dan Pasar Senggol 21-22/2 serta Puncaknya Malam Persaudaraan Imlek pada malam yang penuh warna pada 20/2.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3862 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1814 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang