Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Biaya Rp10 Juta, Ogoh-Ogoh Banjar Buruwan Buktikan Karya Metaksu Tak Harus Mahal

Kamis, 5 Maret 2026, 16:41 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Biaya Rp10 Juta, Ogoh-Ogoh Banjar Buruwan Buktikan Karya Metaksu Tak Harus Mahal.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Minim anggaran, namun mampu menghadirkan makna mendalam. Hal itu ditunjukkan oleh ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Teruni (STT) Yowana Asrama Banjar Buruwan, Desa Sanur.

Kendati bukan karena keterbatasan anggaran, ogoh-ogoh berkonsep Bhuta Blohmata ini ingin menginspirasi para pemuda bahwa karya seni yang memiliki taksu tidak harus dibuat dengan biaya besar. Terbukti, dengan anggaran hanya sekitar Rp10 juta, ogoh-ogoh bertema Buta Blohmata tersebut berhasil masuk dalam 20 nominasi ogoh-ogoh terbaik dalam lomba se-Sanur yang diselenggarakan Sanur Metangi.

Wakil Ketua ST. Yowana Asrama Banjar Buruwan Sanur, Ida Bagus Deva Harista Setiawan, mengatakan sejak awal pihaknya sepakat untuk lebih menonjolkan esensi, filosofi, serta semiotika dalam karya ogoh-ogoh tahun ini. Menurutnya, tokoh Bhuta Blohmata dan Pan Brayut dipilih berdasarkan referensi sastra Bali, khususnya dari Geguritan Brayut.

"Dari beberapa referensi sastra, terpilihlah tokoh Bhuta Blohmata dan Pan Brayut yang bersumber dari Geguritan Brayut," ungkapnya, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, cerita dalam Geguritan Brayut menggambarkan kesederhanaan Pan Brayut yang sedang melakukan tapa semadi dan diganggu oleh Bhuta Blohmata. Karena konsep bertapa tersebut, hiasan atau payasan pada ogoh-ogoh tidak menggunakan ornamen yang mewah dan mahal.

Karena mengangkat nilai kesederhanaan tersebut, biaya pembuatan ogoh-ogoh pun tidak besar. Hingga saat ini, anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan ogoh-ogoh hanya sekitar Rp10 juta.

"Perspektif kami, esensi ogoh-ogoh sesungguhnya bukan terletak pada kemewahan yang menghabiskan banyak anggaran, tetapi pada kreativitas, gotong royong, narasi yang tersirat, dan makna spiritual di baliknya," katanya.

Pendekatan tersebut justru membuahkan hasil membanggakan. Ogoh-ogoh karya STT Yowana Asrama Banjar Buruwan berhasil masuk dalam 20 nominasi ogoh-ogoh terbaik pada lomba se-Sanur yang digelar Sanur Metangi.

Sementara itu, desainer ogoh-ogoh Blohmata, Ida Bagus Putu Oka Sudyana, menjelaskan bahwa konsep Bhuta Blohmata dipilih karena memiliki pesan filosofis yang kuat tentang sikap manusia dalam memandang kehidupan.

"Kenapa memilih konsep bhuta bloh mata sebenarnya ogoh ogoh ini gambaran upaya dari manusia dalam bertindak dan menentukan sesuatu," kata pemuda yang akrab dipanggil Gus Tu tersebut.

Ia menjelaskan, Bhuta Blohmata digambarkan memiliki satu mata sebagai simbol manusia yang merasa dirinya paling benar dan sulit menerima pandangan orang lain. Selain itu, warna tubuh ogoh-ogoh dibuat setengah gelap dan setengah cerah sebagai simbol keseimbangan dualitas kehidupan.

"Baik-buruk yang saling bertolak belakang namun berdampingan," maknanya.

Dalam komposisi ogoh-ogoh juga ditampilkan tokoh Pan Brayut yang sedang bersemedi, menggambarkan manusia yang berusaha menahan godaan dalam dirinya. Pan Brayut dimaknai sebagai wujud ketenangan manusia yang berusaha menahan berbagai godaan di dalam maupun di luar dirinya sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.

Meski dengan anggaran terbatas, para pemuda banjar tetap menekankan nilai kebersamaan dan gotong royong dalam proses pembuatannya.

"Karena menurut saya ini bukan ajang menunjukan seberapa mewah ogoh ogoh banjar kalian tapi, bagaimana cara kita untuk bekerja sama, menyama braya mengombinasikan pikiran satu sama lain untuk menghasilkan mahakarya," katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami