Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Warung di Manggis Karangasem Ludes Terbakar, Diduga Kompor Menyala
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sebuah warung makan milik warga di Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (28/3/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Warung tersebut diketahui milik I Wayan Darsana (44). Kebakaran diduga dipicu oleh kompor yang masih menyala saat ditinggal pemiliknya pergi ke pasar untuk membeli bahan dagangan.
Kapolsek Manggis Kompol Made Suadnyana menjelaskan, sebelum kejadian korban sempat menyalakan kompor dengan api kecil untuk memasak, namun tidak dimatikan saat meninggalkan warung. “Diduga kompor yang masih menyala itu menjadi penyebab utama kebakaran,” ujarnya.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Namun saat itu api sudah membesar sehingga sulit untuk dikendalikan. Minimnya sumber air di sekitar lokasi turut menyulitkan upaya pemadaman oleh warga.
Korban baru mengetahui kejadian tersebut setelah kembali dari pasar. Saat tiba di lokasi, warung miliknya sudah dalam kondisi hangus terbakar. Sejumlah barang ikut ludes dilalap api, di antaranya dua unit kompor gas, satu kulkas, serta berbagai perlengkapan dapur dan perabotan warung lainnya.
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp25 juta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3512 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun