Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pelaksanaan Lomba Layang-Layang di Pantai Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Minggu (30/8), mendapat sorotan dari peserta hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.
Sejumlah rare angon mengaku kecewa terhadap pelaksanaan lomba yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan. Sorotan tersebut mencakup persiapan kegiatan, teknis di lapangan hingga proses penentuan juara.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan juga menyampaikan kekecewaannya setelah melihat langsung kondisi pelaksanaan kegiatan. Menurut Kembang, persiapan dan pengelolaan event belum dilakukan secara maksimal.
Ia menilai kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan membawa nama Kabupaten Jembrana seharusnya dipersiapkan dengan perencanaan yang lebih matang.
“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang, Senin (31/8).
Selain persoalan teknis, pelaksanaan lomba yang berbarengan dengan Denpasar Kite Festival juga disebut turut memengaruhi suasana kegiatan. Jumlah peserta dan masyarakat yang hadir dinilai tidak sesuai dengan harapan.
Padahal, lomba layang-layang tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan komunitas, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar Pantai Pengambengan.
Kehadiran peserta dan penonton semestinya dapat mendorong aktivitas pelaku UMKM sekaligus mendukung sektor pariwisata di kawasan Pengambengan. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Jembrana turut memberikan dukungan anggaran terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Namun, persoalan yang paling banyak diperbincangkan peserta justru berkaitan dengan proses penentuan juara. Sejumlah rare angon menilai keputusan panitia dalam menentukan pemenang tidak transparan sehingga memunculkan kekecewaan.
“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Peserta tersebut menilai evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menyangkut teknis penyelenggaraan lomba, tetapi juga kepengurusan organisasi yang menaungi komunitas layang-layang di Jembrana.
“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen
tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.
Kekecewaan peserta diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar persoalan dalam pelaksanaan Lomba Layang-Layang di Pantai Pengambengan tidak kembali terjadi pada kegiatan berikutnya.
Bupati Jembrana juga mengingatkan organisasi yang menggelar kegiatan di wilayah Jembrana agar lebih serius dalam mempersiapkan setiap event, termasuk memastikan koordinasi, transparansi dan tanggung jawab penyelenggara.
Evaluasi dinilai penting agar kegiatan yang mendapat dukungan pemerintah tidak hanya terlaksana, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga nama baik Jembrana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5687 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2530 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan