Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Benih Kerapu Bali Makin Laris, Ekspor Tembus Rp6,4 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Benih kerapu dan bandeng asal Bali semakin diminati pasar dalam dan luar negeri. Dalam dua tahun terakhir, penjualan kedua komoditas tersebut menunjukkan peningkatan setelah diterbitkannya sertifikat mutu benih berstandar internasional oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas perikanan budidaya nasional sekaligus memperkuat daya saing benih ikan Indonesia di pasar ekspor.
Data KKP mencatat, ekspor benih kerapu dan bandeng asal Bali sepanjang 2025 mencapai 3.520.610 ekor dengan nilai Rp4,43 miliar. Sementara hingga Agustus 2026, ekspor kedua komoditas tersebut telah mencapai 3.298.427 ekor dengan nilai Rp6,41 miliar.
Benih ikan asal Bali tersebut diekspor ke sejumlah negara, dengan tujuan utama Thailand, Taiwan, Singapura dan Malaysia.
"Badan Mutu KKP telah melaksanakan sertifikasi mutu di hulu, salah satunya adalah Sertifikasi Cara Perbenihan Ikan Yang Baik atau CPIB Benih, diantaranya untuk ikan bandeng dan kerapu yang dihasilkan oleh farm di Bali,” tutur Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, dalam keterangan resminya di Jakarta baru, Minggu (30/8).
Sertifikasi Cara Perbenihan Ikan yang Baik (CPIB) Benih menjadi salah satu jaminan bahwa hasil budidaya perikanan memiliki kualitas yang baik, bermutu dan bergizi, serta aman dikonsumsi.
Dalam proses sertifikasi tersebut terdapat sejumlah parameter yang diperiksa. Di antaranya manajemen kondisi lingkungan dan air, pengelolaan limbah, penggunaan antibiotika untuk mencegah kasus Anti Microbial Resistance (AMR), kandungan logam berat, aspek kimia dan biologi, sanitasi serta higiene, hingga kesehatan dan penyakit ikan.
Ishartini mengatakan parameter yang digunakan dalam sertifikasi CPIB Benih mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), standar konsensus internasional Codex Alimentarius dan WOAH, serta persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor.
“Hal tersebut supaya bahan pakan asal ikan Indonesia berkualitas dan berdaya saing,” tambahnya.
Baca juga:
Pengelolaan Budidaya Kerapu di Buleleng
Kepala Balai Mutu KKP Denpasar, Dedy Arief Hendriyanto, mengatakan benih bandeng dan kerapu asal Bali semakin diminati pembudidaya, baik di pasar domestik maupun mancanegara.
"Ekspor terbaru benih ikan bandeng dan kerapu asal Bali pada dalam 2 bulan terakhir (Agustus - September), Badan Mutu KKP telah berhasil mengawal lebih dari 600 ribu ekor kerapu hidup ke Thailand,” ungkap Dedy. (sumber: Kementrian Kelautan dan Perikanan)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5653 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2517 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2184 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan