Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Sampah Organik Masih Tercampur Masuk TPA Suwung, Emisi Metana Jadi Sorotan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengangkutan sampah organik ke TPA Suwung, Denpasar, setiap Senin dan Kamis masih ditemukan bercampur dengan sampah anorganik.
Kondisi ini disoroti Direktur Yayasan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, Catur Yuda Hariani, karena berpotensi meningkatkan emisi metana dari timbunan sampah.
Catur mengatakan, sampah yang seharusnya masuk ke TPA Suwung dalam kondisi telah dipilah masih ditemukan tercampur ketika diangkut menggunakan truk. Sampah anorganik disebut berada di bagian bawah muatan, sementara bagian atas truk berisi sampah organik.
Baca juga:
Sampah ke TPA Suwung Turun 70 Persen, Denpasar dan Badung Didorong Kejar Adipura Tahun Depan
"Truk-truk yang hari Senin dan Kamis itu kan jadwal untuk organik. Tapi yang terjadi sampai saat ini masih ada beberapa pelanggaran di TPA Suwung atau kita sebut dari swakelola maupun juga dari TPS3R, itu membawa sampah masih tercampur.Jadi mungkin kamuflase biasanya, yang atas organik, ternyata yang di bawah masih tercampur," ujarnya, Selasa (29/9/2026) usai acara Workshop Jurnalistik yang digelar oleh Societyof Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) dengan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih di Denpasar.
Menurut Catur, petugas pengangkut sampah swakelola mengaku masih menghadapi kendala fasilitas pemilahan. Selain itu, masyarakat juga dinilai belum seluruhnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber.
"Sebetulnya kalau kita tanya, ya mereka bilang tidak ada fasilitas untuk pemilahan. Masyarakatnya belum memilah, seperti itu sehingga mereka masih membuang di TPA dengan cara tercampur. Agar lolos, mereka harus dikamuflase seperti itu," katanya.
Pemeriksaan Truk Terkendala Muatan Berat
Catur mengatakan, pengawasan terhadap truk pengangkut sampah yang masuk ke TPA Suwung tetap dilakukan. Namun, keterbatasan dalam pemeriksaan bagian bawah muatan membuat sampah yang tercampur masih berpotensi lolos.
"Sebetulnya ada yang mengawasi. Namanya juga manusia ya, tidak punya kekuatan sampai menggaruk bagian bawah begitu, karena bayangkan, satu truk itu sekitar 3 ton.Tentu itu sangat besar.Pas digaruk dengan ekskavator, ternyata masih banyak anorganik yang tercampur di sana," bebernya.
Menurut dia, persoalan tersebut menunjukkan pemilahan sampah belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan kebijakan pemisahan sampah organik sebelum masuk TPA Suwung.
Sampah Organik Masih Ditumpuk di TPA Suwung
Catur juga menyoroti kondisi area yang disiapkan untuk menampung sampah organik di TPA Suwung. Menurutnya, area tersebut belum sepenuhnya steril dari sampah tercampur.
"Saat diperlakukannya organik masuk ke TPA sudah dipisah. Tapi sayang bahwa, ruang disiapkan itu tidak benar-benar steril untuk sampah orhanik.Jadi hanya ditumpuk saja. Ditumpuk di tempat yang lama, dan ternyata kondisinya saat ini yang masuk juga masih campur, begitu," paparnya.
Kondisi sampah organik yang masih bercampur dengan anorganik menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap produksi gas metana dari timbunan sampah.
"Kekhawatirannya ya tadi, metan akan tinggi. Jadi ya harapannya kan sampah organik tidak lagi ke TPA, karena itu menimbulkan metan. Kalau sampah organik campur dengan sampah anorganik, akan muncul metannya akan lebih tinggi, gitu," imbuhnya.
PPLH Bali Dorong TPST Khusus Organik
Untuk mengurangi masuknya sampah organik ke TPA Suwung, Catur berharap Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) khusus sampah organik.
Menurutnya, sampah organik masih memiliki potensi untuk dikelola sehingga tidak perlu berakhir di TPA.
"Organik masih mampu untuk dikelola. Ya saya sih membayangkan bagaimana kalau Kota Denpasar membuat satu TPST khusus untuk organik. Jadi tidak lagi dibuang ke TPA. Pemerintah menyiapkan ruang, tempat untuk pengelolaan sampah organik agar tidak masuk ke TPA lagi seperti arahan dari Pak Menteri bahwa, TPA harus bebas dari organik," harap Catur.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar