Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
14 Rumah di Melaya Terendam Banjir Sepinggang Orang Dewasa
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Air sungai Tukadaya meluap pada Jumat (24/09/2021) mengakibatkan belasan rumah milik warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Melaya Jembrana terendam air setinggi sekitar 1 meter.
Menurut penuturan sejumlah warga, hari Kamis sekitar pukul 23.00 WITA air mulai naik ke pemukiman warga. Air yang awalnya hanya menggenangi halaman rumah, perlahan naik hingga masuk ke dalam rumah. Puncaknya, air merendam rumah hingga sepinggang orang dewasa.
"Lumayan lama surutnya. Karena air terus naik keluarga lari ke tetangga," ujar Handoyo, warga yang rumahnya terendam banjir.
Selain air sungai meluap, banjir ini juga dipicu oleh air laut pasang secara bersamaan. Sehingga air sungai tidak bisa mengalir ke laut.
"Waktu banjir nggak ada hujan, mungkin di atas (hulu sungai) hujan, di muara air laut pasang," ungkapnya.
Menurut Kelian Banjar Pebuahan, Kanzan banjir yang terjadi di Banjar Pebuahan, selain merendam pemukiman warga di pesisir, juga terjadi di Banjar Pebuahan utara, dekat jembatan Tukadaya.
“Luapan air menggenangi delapan rumah warga karena luapan air dari sungai. Sehingga total ada 14 rumah yang terdampak banjir di Banjar Pebuahan,” ucapnya.
Untuk mempercepat proses pembersihan terhadap beberapa rumah warga yang terdampak banjir Personel dari BPBD Jembrana, Koramil negara, Yonif mekanis 741/ polsek negara, Kecamatan Negrara melaksanakan gotong royong untuk membantu atau meringankan.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1524 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1148 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 996 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 880 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah