Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




2 Ton Ikan Red Devil di Danau Batur Dikirim ke Pengambengan

Jumat, 13 Februari 2026, 14:24 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/2 Ton Ikan Red Devil di Danau Batur Dikirim ke Pengambengan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Upaya pengendalian ikan red devil terus digencarkan untuk mencegah kepunahan biota endemik di Danau Batur. Ikan red devil dikenal sebagai spesies invasif yang mengancam keseimbangan ekosistem danau, khususnya di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Bangli berkolaborasi dengan berbagai pihak melakukan penangkapan dan pemanfaatan ikan red devil pada Jumat (13/2/2026). Hasilnya, lebih dari dua ton ikan red devil berhasil ditangkap dari perairan Danau Batur dan dikirim ke tempat pengolahan ikan di Pengambengan, Kabupaten Jembrana, untuk dijadikan bahan baku tepung ikan.

Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian biota Danau Batur. Selain menekan populasi ikan invasif, program ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan hasil tangkapan.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menyampaikan bahwa pengendalian akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan target pengiriman yang lebih besar.

"Selanjutnya dalam seminggu ditarget sebanyak lima ton ikan red devil akan dikirim. Diharapkan dengan aksi nyata ini dapat menggerakan seluruh pembudidaya ikan untuk terus melakukan pengendalian secara berkelanjutan, sehingga penanganan ikan red devil bisa sesuai harapan bersama," ujarnya.

Dukungan juga datang dari kalangan pembudidaya ikan. Salah satu pembudidaya di Danau Batur, I Gede Sagita, menilai keberadaan ikan red devil sangat berbahaya bagi ekosistem danau karena memangsa anak ikan endemik.

"Keberadaan ikan red devil sangat berbahaya bagi kelestarian biota danau, karena ikan ini memangsa anak ikan asli Danau Batur. Kami berharap program pemanfaatan ikan red devil terus berlanjut," katanya.

Ke depan, Dinas PKP Bangli berencana terus mengembangkan kerja sama lintas sektor guna menjamin kepastian pasokan dan permintaan ikan red devil hasil tangkapan. Dengan demikian, populasi ikan invasif tersebut dapat ditekan secara bertahap, sehingga kelestarian ikan endemik Danau Batur tetap terjaga.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami