Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
2 Ton Ikan Red Devil di Danau Batur Dikirim ke Pengambengan
BERITABALI.COM, BANGLI.
Upaya pengendalian ikan red devil terus digencarkan untuk mencegah kepunahan biota endemik di Danau Batur. Ikan red devil dikenal sebagai spesies invasif yang mengancam keseimbangan ekosistem danau, khususnya di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Bangli berkolaborasi dengan berbagai pihak melakukan penangkapan dan pemanfaatan ikan red devil pada Jumat (13/2/2026). Hasilnya, lebih dari dua ton ikan red devil berhasil ditangkap dari perairan Danau Batur dan dikirim ke tempat pengolahan ikan di Pengambengan, Kabupaten Jembrana, untuk dijadikan bahan baku tepung ikan.
Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian biota Danau Batur. Selain menekan populasi ikan invasif, program ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan hasil tangkapan.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menyampaikan bahwa pengendalian akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan target pengiriman yang lebih besar.
"Selanjutnya dalam seminggu ditarget sebanyak lima ton ikan red devil akan dikirim. Diharapkan dengan aksi nyata ini dapat menggerakan seluruh pembudidaya ikan untuk terus melakukan pengendalian secara berkelanjutan, sehingga penanganan ikan red devil bisa sesuai harapan bersama," ujarnya.
Dukungan juga datang dari kalangan pembudidaya ikan. Salah satu pembudidaya di Danau Batur, I Gede Sagita, menilai keberadaan ikan red devil sangat berbahaya bagi ekosistem danau karena memangsa anak ikan endemik.
"Keberadaan ikan red devil sangat berbahaya bagi kelestarian biota danau, karena ikan ini memangsa anak ikan asli Danau Batur. Kami berharap program pemanfaatan ikan red devil terus berlanjut," katanya.
Ke depan, Dinas PKP Bangli berencana terus mengembangkan kerja sama lintas sektor guna menjamin kepastian pasokan dan permintaan ikan red devil hasil tangkapan. Dengan demikian, populasi ikan invasif tersebut dapat ditekan secara bertahap, sehingga kelestarian ikan endemik Danau Batur tetap terjaga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5695 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2533 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan