Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
2.900 Orang Ditahan Gegara Demo Soal Iklim di Belanda
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepolisian Belanda menahan lebih dari 2.900 aktivis yang menggelar aksi protes terkait perubahan iklim sepanjang akhir pekan lalu.
Aparat menahan para aktivis itu dalam dua hari demonstrasi, yaitu Sabtu (9/9) dan Minggu.
Pada Sabtu, kepolisian menahan 2.400 orang, termasuk anak-anak. Sehari setelahnya, lebih dari 500 orang lainnya juga ditangkap di aksi serupa.
Para demonstran pada intinya mendesak pemerintah menghentikan subsidi bagi industri bahan bakar fosil.
Di Hari Sabtu, lebih dari 10 ribu orang berarak di jalan tol A12 menuju The Hague, mengabaikan peringatan aparat agar tak memblokir jalan besar menuju kompleks pemerintahan Belanda tersebut.
Aparat akhirnya menembakkan meriam air untuk membubarkan ribuan aktivis yang mengacuhkan peringatan mereka tersebut.
Kelompok penyelenggara demonstrasi, Extinction Rebellion, menyatakan mereka akan terus menggelar protes hingga pemerintah berhenti menggunakan dana publik untuk memberikan subsidi bagi industri gas dan minyak.
"Laut meluap dan kami juga," teriak para demonstran yang terdiri dari anak-anak dan dewasa.
Tak kapok, para demonstran kembali menggelar aksi sehari kemudian. Ratusan orang kembali berarak di jalan tol yang sama.
Kepolisian pun kembali menangkap lebih dari 500 aktivis yang berunjuk rasa.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1706 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1644 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1241 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1091 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah