Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
3 Jari Patah, Petugas Kebersihan Tertimpa Alat Berat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peristiwa kecelakaan kerja terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kamis (21/10).
Tangan kiri I Ketut Astawa, 60, seorang petugas kebersihan Desa Tulikup tiba-tiba tertimpa alat berat. Tiga jari diantaranya telunjuk, jari manis dan kelingking patah. Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Sanjiwani.
Informasi dihimpun, korban yang asal Banjar Pande, Desa Tulikup ini kesehariannya bekerja sebagai sopir truk sampah Desa Tulikup. Diduga, saat hendak menurunkan sampah dari truk ke TPA Temesi korban kurang memperhatikan jarak aman dengan alat berat.
Saat hendak membuka jaringan penutup sampah, tiba-tiba alat berat sudah menimpa tangan sebelah kirinya.
Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar, dr Nyoman Bayu Widiartha saat dikonfirmasi membenarkan menerima pasien I Ketut Astawa. Pasien diterima di IGD sekitar pukul 09.00 WITA.
"Kondisi pasien patah pada jari telunjuk, jari manis dan kelingking pada tangan kiri," jelasnya.
Terhadap 3 jari yang patah tersebut dilakukan tindakan operasi. "Rencana tindakan operasi pada hari ini jam 13.00 WITA. Saat ini sedang persiapan. Telah dilakukan pemeriksaan rontgen, laboratorium dan EKG," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3802 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1351 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 851 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun