Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
32 Rumah Warga Yeh Embang Kangin Terendam Banjir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pascahujan deras yang mengakibatkan banjir bandang merendam sejumlah rumah warga di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo Kamis (4/11/2021) malam.
Dari data yang didapat, sekitar 32 rumah di kawasan tersebut terendam air. Banjir juga merusak beberapa fasilitas umum seperti Jembatan gantung, jalan dan senderan longsong. Akibatnya 19 KK di Banjar Dauh Tukad Nusamara terisolasi akibat jembatan penguhung satu-satunya terputus.
Setelah ada laporan bencana tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mendatangi langsung lokasi kejadian.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, agar warga yang terisolasi bisa melakukan aktivitas, pemerintah akan membuatkan jembatan sementara.
"Setelah dicek dan melihat anggaran yang tersedia ada dana BTT sebesar Rp1,8 miliar, dan itu akan digunakan untuk membuat jembatan sementara," kata Tamba.
Untuk kedepan nanti akan dirancang untuk membuat jembatan permanen. Untuk semntara warga yang terisolasi akan diberikan bantuan sembako kepada 19 warga terisolir.
“Saya imbau kepada masyarakat disini dikarenakan musim hujan beberapa hari ini turun dengan tiba-tiba agar selalu waspada setiap saat,” ujarnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3648 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1335 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 924 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 699 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun