Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
50 Ribu Ton Jagung NTB Diekspor ke Filipina
BERITABALI.COM, NTB.
Pemprov NTB sedang melakukan upaya, untuk mengatasi harga produksi jagung karena terjadi tren penurunan sejak beberapa pekan terakhir.
Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu meminta bantuan dari pemerintah pusat agar produksi jagung dari NTB bisa dilakukan ekspor ke mancanegara.
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan agar NTB dibantu dalam hal ekspor produksi jagung tersebut.
Dari hasil komunikasi tersebut, perusahaan eksportir dengan difasilitasi oleh pemerintah pusat rencananya akan mengirim 50 ribu ton jagung asal NTB ke Filipina.
Sehingga gudang-gudang pembelian di daerah menjadi kosong. Gudang yang kosong akan berdampak positif terhadap lancarnya penyerapan jagung di tingkat petani dan diharapkan kondisi tersebut akan membuat harga menjadi lebih stabil.
“Alhamdullah Pak Gubernur kemarin langsung komunikasi dengan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan agar dibuka keran ekspor khusus dari kita di NTB. Karena kalau tidak, kerugian petani tak bisa kita bayangkan. Penen terus namun serapan sedikit, harganya hancur,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Muhammad Riadi M Ec Dev, Senin (16/5).
Muhammad Riadi mengatakan, harga jagung yang terus terjadi tren penurunan mengkhawatirkan Pemprov NTB lantaran akan menimbulkan gejolak di kalangan petani.
“Petani di tahun 2021 mulai menikmati harga Rp 5.200 per kilo, kemudian sekarang bergerak turun menjadi 4.300. Itu sesuatu yang sangat mengkhawatirkan dan dianggap rugi, meskipun harga acuan pemerintah Rp 3.150, namun di sisi lain biaya produksinya terus meningkat,” kata Muhammad Riadi.
Ia mengatakan, luas areal penanaman jagung di NTB sekitar 243 ribu hektare dan berpotensi akan bertambah, karena secara umum komoditas jagung dinilai lebih menguntungkan daripada komoditas kedelai, dan kacang-kacangan lainnya. Namun saat ini, konsumen jagung memang sedang terbatas, sementara produksi terus meningkat.
Para suplayer atau gudang-gudang perusahaan yang biasa membeli jagung petani saat ini sudah penuh. Di sisi lain, pabrik pakan ternak yang membeli jagung dari gudang-gudang petani sudah melakukan pembelian dari bulan-bulan sebelumnya.
Sehingga saat ini banyak yang tidak melakukan penyerapan. Dampaknya adalah para suplayer yang biasa membeli jagung di petani juga melakukan pengereman.
Produksi jagung dari NTB memang sangat bergantung dari konsumen luar daerah atau luar negeri, karena konsumen lokal sangat terbatas. Produksi jagung NTB hingga April 2022 sebanyak 1,4 juta ton.
Jika petani kembali menanam jagung sampai akhir tahun ini, diproyeksikan angka produksi jagung NTB tembus 2 juta ton. Dengan demikian, lancarnya pasar di luar daerah sangat diharapkan untuk menstabilkan harga jagung di NTB.
Sementara itu penurunan harga jagung ini membuat para petani jagung, khususnya di wilayah pulau Sumbawa mulai khawatir.
Lalu Wahidin, salah satu pengusaha besar jagung di NTB menyebut, harga jagung saat ini Rp3.000-an perkilo. Dari sebelumnya Rp5.000-an perkilo. Turunnya harga ini akibat berkurangnya pembelian perusahaan serta adanya panen jagung di berbagai negara penghasil jagung terbesar dunia dan panen di berbagai daerah di Indonesia.
Di sisi lain, tidak tersedianya kapal pengiriman, sehingga distribusi tersendat. Karena itu, solusinya kata Lalu Wahidin, hidupkan tol laut untuk mempercepat distribusi hasil panen petani. Jika tidak, harga jagung akan semakin anjlok.
Stok jagung petani membanjir. Bahkan stok ini juga menumpuk di pengepul. Ada yang ribuan ton, ada juga yang puluhan ton. Tidak ada kapal untuk mengangkut hasil panen petani ke Surabaya setelah lebaran ini.
Kapal-kapal angkut menurut Lalu Wahidin, sudah dibooking oleh pengusaha – pengusaha kakap jauh-jauh hari sebelumnya. Hal itu menurut Lalu Wahidin, agar harga-harga lebih mudah dikendalikan.
“Karena kapal sudah dibooking, otomatis apa mau dipakai ngangkut. Stok ya numpuk di petani. Kalau sudah begini, harga akan turun terus. Makanya tidak ada cara lain kalau mau menyelamatkan harga, hidupkan tol laut, harus ada kapal kapal pengangkut alternatif lainnya,” demikian Lalu Wahidin.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1222 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 952 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 784 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 713 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik