Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
6 Orang Nyaris Tersesat Saat Turun Dari Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pendakian ke puncak Gunung Agung sepertinya kian marak dilakukan, kendati sudah sangat jelas himbauan PVMBG melarang aktivitas atau melakukan pendakian didalam zona perkiraan bahaya diseluruh areal sejauh 2 kilometer dari Puncak Kawah Gunung tertinggi dibali tersebut.
Hal ini dibuktikan dengan adanya laporan yang masuk ke Pos SAR Karangasem tentang adanya sejumlah pendaki yang tersesat saat turun dari dari Gunung Agung melalui jalur Besakih pada Kamis (25/03/2021).
"Ya tadi sekitar pukul 14.30 WITA ada laporan 6 orang pendaki tersesat, tetapi belum sempat kelokasi sudah ada laporan lagi bahwa pendak sudah berhasil turun dengan selamat," kata Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiyadnyana ketika dikonfirmasi.
Sementara itu, informasi yang diperoleh jumlah rombongan tersebut sebanyak 11 orang, saat perjalanan turun situasi di kawasan jalur pendakian yang dilewati sedang berkabut, kemungkinan karena keterbatasan jarak pandang 6 orang diantaranya sempat panik karena jalur tidak terlihat.
Sehingga rekan yang lain mengira tersesat padahal sudah berada di kawasan dekat Pura Pengubengan Besakih sampai akhirnya keenamnya berhasil turun dengan selamat.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3738 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1343 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 926 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 713 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun