Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Abrasi di Pantai Pebuahan Jembrana Makin Parah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hingga saat ini abrasi yang melanda pesisir Pantai Pebuahan Desa Banyubiru belum mendapatkan penanganan.
Bahkan sejak beberapan bulan terakhir abrasi di Pantai pebuahan ini semakin parah. Kawasan pantai yang dulunya banyak warung bakar ikan, kini satu per satu bangunan telah hilang hancur dihantam gelombang laut.
Terlebih lagi, air laut saat pasang kini sampai melewati jalan desa. Belum lagi gempuran ombak yang sering terjadi setiap bulan. Hampir beberapa warga dan warung lesehan ikan bakar mau tidak mau harus pindah ke lokasi yang aman.
Jika mereka bertahan lantaran mengandalkan benteng kaping berisi pasir dan ban bekas yang dipasang swadaya.
Dari keterangan salah satu warga setempat, saat laut surut, air memang jauh dari pinggiran bangunan warga.
Tetapi saat air laut pasang, air hingga melewati jalan. Bahkan jalan yang baru dibangun beberapa waktu lalu, kini sudah putus.
“Dulu memang sempat uji coba dipasang di tengah semacam pemecah ombak disebut geotextile. Sepanjang 80 meter, terbagi di beberapa titik. Tapi tidak bisa menahan ombak. Sekarang gelombang masih besar sampai ke jalan,” terang Muhamad Bas (37), salah seorang warga banjar Pebuahan.
Kini beberapa bangunan bertahan dengan mengandalkan senderan swadaya yang dibuat. Jika dilihat kondisi saat ini, hampir bangunan yang bediri di sisi selatan bibir pantai roboh akibat tergerus.
Warga setempat pun telah berupaya maksimal dengan cara memasang bambu, ban bekas dan tumpukan kaping berisikan pasir untuk mengantisipasi abrasi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3668 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1338 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 925 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 701 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun