Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Ada Teknologi yang Bisa Hidupkan Kembali Orang Mati di Australia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Fakta mengejutkan di Australia dimana terdapat sebuah perusahaan menawarkan jasa untuk menghidupkan kembali orang mati dengan menyimpan 'mayat' mereka dalam freezer kriogenik.
Seperti dilansir dari Daily Star, mayat akan dihidupkan kembali dengan inovasi sains di masa depan.
Melalui layanan yang diberikan oleh perusahaan bernama Cryonics ini, jenazah peserta akan direndam dalam nitrogen cair dan disimpan dalam kotak baja dengan suhu sekitar -200 derajat Celcius.
Menurut Daily Mail, situasi itu akan memberi otak manusia kesempatan untuk bertahan hidup jika kotak itu bocor. Ruang tersebut juga dibangun dengan harapan akan terjadi kebangkitan manusia di masa depan.
"Begitu kemajuan medis tertentu berhasil dicapai di masa depan, peserta mungkin dapat dihidupkan kembali," kata sebuah pernyataan di situs web Cryonics.
Hingga saat ini, ada 40 ruang penyimpanan yang sebagian besar dibangun khusus untuk para pendirinya. Cryonics berencana untuk menambah 600 lebih banyak ruang penyimpanan.
Fasilitas berteknologi tinggi ini dikembangkan di daerah terpencil Holbrook di negara bagian New South Wales. Individu yang tertarik harus membayar sekitar £ 84.793 untuk mendaftar.
Namun, tidak ada jaminan atau pengembalian dana bagi siapa pun yang cukup berani untuk mendaftar. (sumber:Sindonews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2002 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1837 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1365 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1245 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah