Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Adu Kuat Tentara Paramiliter Rusia: Wagner Group vs Chechen
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok paramiliter Rusia tengah menjadi sorotan setelah tentara swasta Wagner Group membelot dan berbalik menyerang Moksow pada akhir pekan lalu.
Di tengah ricuh serangan Wagner Group ke markas militer Rusia di Rostov dan mobilisasi pasukan menuju Moskow, pasukan khusus Chechen mendeklarasikan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Vladimir Putin.
Chechen bahkan mengerahkan tiga ribu prajurit elitenya ke Rostov usai diperintah Putin untuk membantu meredam aksi Wagner Group.
Wagner Group dan Chechen merupakan dua kelompok paramiliter yang selama ini diandalkan Rusia untuk membantu tentaranya menginvasi Ukraina.
Siapa yang paling kuat di antara kelompok paramiliter ini?
Pasukan Chechen
Sebelum menjadi sekutu Moskow, pasukan Chechen--yang berasal dari wilayah otonomi Chechnya--merupakan kelompok paramiliter yang pernah berperang melawan tentara Rusia dalam dua peperangan.
Profesor Tracey German dari lembaga think tank pertahanan dan keamanan Inggris, RUSI, mengatakan bahwa pasukan Chechen pernah terlibat dalam perang abad ke-19 melawan kekaisaran Rusia.
Baca juga:
Rusia 'Hilang' Usai Upaya Kudeta Wagner Group">Jenderal Top Rusia 'Hilang' Usai Upaya Kudeta Wagner Group
Itu merupakan salah satu perang terpanjang dan berlarut-larut yang pernah terjadi di periode tersebut.
"Perang abad ke-19 di mana orang-orang Chechen berperang melawan penaklukan kekaisaran Rusia adalah salah satu perang gerilya terpanjang abad ke-19," kata German, seperti dikutip Forces Net.
Perang gerilya dilancarkan oleh warga sipil yang bukan anggota unit militer seperti tentara atau polisi. Perang ini dalam banyak kasus bertujuan menggulingkan atau melemahkan rezim yang berkuasa.
Perang pertama terjadi pada 1994. Saat itu, Presiden pertama Rusia, Boris Yeltsin, mengirim pasukan untuk memulihkan kedaulatan dan melindungi integritas teritorial Kremlin karena Chechen mendeklarasikan diri sebagai wilayah merdeka.
"Ada perang brutal yang panjang, dari 19994 sampai 1996, di mana kami melihat angkatan bersenjata Rusia dipermalukan oleh angkatan bersenjata Chechen yang kecil ini," ujar German.
Perang kedua terjadi pada 1999. Rusia saat itu mencap perang sebagai operasi kontra-terorisme, yang berakhir pada 2009.
Dengan dua sepak terjang itu, Chechen kini punya reputasi sebagai salah satu kelompok yang tangguh di Rusia.
"Terutama dalam hal pertempuran perkotaan, pertempuran gerilya perkotaan, khususnya. Mereka memiliki reputasi ini karena menimbulkan kekalahan pada angkatan bersenjata Rusia (di masa lalu)," tutur dia.
Pasukan Wagner Group
Meski pasukan Chechen punya rekam jejak melawan pemerintah Rusia dalam dua perang, pasukan Wagner Group nyatanya tak kalah brutal.
Mengutip Visegrad Insight, Wagner dikenal keji karena punya taktik tak berperasaan yaitu membunuh warga sipil di Bucha dan Ukraina Timur, lalu menyiksa warga, memperkosa, menjarah, menghilangkan paksa, hingga meledakkan infrastruktur dan bangunan sipil tanpa pandang bulu.
Aksi itu sampai membuat Wagner dicap melanggar hukum kemanusiaan internasional oleh intelijen AS. Mereka juga dicap melanggar hak-hak asasi manusia (HAM) oleh sejumlah kelompok HAM.
Wagner selama ini juga dituding menjadi bagian dari upaya separatisme di Luhansk dan Donetsk agar berpisah dari Ukraina.
Mereka juga ditengarai terlibat pertempuran di beberapa negara Afrika seperti Libya, Suriah, Mozambique, Mali, Sudan, dan Republik Afrika Tengah.
Sumber : CNN Indonesia
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1926 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1747 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1299 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah