Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Alun-alun Gianyar Dibuka, Aktivitas CFD Masih Belum Boleh
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Alun-alun Kota Gianyar akan dibuka untuk umum mengikuti kebijakan dibukanya objek wisata di Bali.
Namun kegiatan Cara Free Day (CFD) yang biasa digelar hari Minggu masih off alias tidak dilangsungkan. Hal ini diungkapkan Bupati Gianyar Made Mahayastra di sela meninjau vaksinasi pelajar, Kamis (23/9).
"Sejumlah objek wisata di Gianyar sudah buka. Bali Safari sampai Gajah Taro sudah buka. Termasuk alun-alun Gianyar, sebentar spanduknya akan dicabut," ujarnya.
Kata Mahayastra capaian vaksinasi di Gianyar sudah membuat status Gianyar menjadi orange. Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka juga sudah dimulai sejak Senin (20/9) lalu.
"Gianyar sudah orange, sedikit lagi ke kuning. Positif hari ini hanya 15an, persentase kesembuhan tinggi," ungkapnya.
Mahayastra mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama berkegiatan. Termasuk saat olahraga di alun-alun, sekedar berjemur maupun menemani anak bermain.
"Alun-alun sudah jadi tempat wisata paling diminati dalam kota. Untuk orang berjemur, olahraga, tapi harus tetap dengan prokes ketat," pintanya.
Sementara untuk pelaksanaan Cara Free Day, menurut Mahayastra masih ditiadakan. "Karena CFD itu kegiatan bukan tempat, jangan dulu," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3668 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1338 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 925 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 701 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun