Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Aniaya Warga Saat Pengukuran Lahan, Oknum Perbekel di Buleleng Dilaporkan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang oknum Perbekel di Kecamatan Sukasada, Buleleng diduga melakukan penganiayaan kepada salah seorang warga. Sang perbekel pun kini telah dilaporkan ke Mapolres Buleleng.
Menurut informasi yang dihimpun, penganiayaan berupa pemukulan itu terjadi pada Jumat (13/6), saat petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng tengah mengukur lahan milik seorang warga.
Dimana sebelumnya, lahan tersebut berupaya diusulkan oleh seorang warga agar mendapatkan sertifikat dari program nasional agraria (prona). Namun dari pertemuan di kantor desa, warga tersebut belum mendapat kepastian terkait pengukuran tanah. Sehingga warga memutuskan melakukan pengukuran dengan melibatkan petugas BPN.
Saat pengukuran itu dilakukan, sempat terjadi keributan antara warga dan oknum perbekel. Diduga lantaran sang perbekel tidak terima jika proses pengukuran lahan didokumentasikan oleh warga. Hingga akhirnya terjadi tindakan penganiayaan yang menyebabkan seorang warga mengalami luka robek pada bagian bibir.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika dikonfirmasi Senin (16/6) membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum perbekel. Kasus ini dilaporkan oleh seorang warga berinisial NW. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan, berupa pemeriksaan saksi-saksi.
"Benar ada laporan penganiayaan. Mengenai tindaklanjutnya saat ini sedang pemeriksaan saksi-saksi," singkatnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 796 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 694 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 515 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 496 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik