Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
AS Klaim Ketahui Rencana Pemberontakan Wagner Group ke Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) mengaku telah mengetahui rencana bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin soal pemberontakan terhadap pemerintah Rusia.
Pejabat intelijen AS percaya bahwa Prigozhin telah merencanakan tantangan besar terhadap kepemimpinan militer Rusia selama beberapa waktu. Namun, mereka tidak mengetahui pasti tujuan akhir Prigozhin.
Pejabat intelijen memberi pengarahan kepada para pemimpin kongres yang dikenal sebagai Gang of Eight pada awal pekan ini tentang pergerakan Wagner dan penumpukan peralatan di dekat Rusia.
Melansir CNN, Sabtu (24/5), intelijen AS melihat tanda-tanda bahwa Prigozhin sedang membuat persiapan pemberontakan termasuk dengan mengumpulkan senjata dan amunisi.
Namun, sumber yang yang akrab dengan intelijen mengatakan semuanya terjadi dengan sangat cepat dan sulit untuk mengetahui seberapa serius Prigozhin mengancam militer Rusia dan kemana dia akan membawa pasukannya.
Wagner Group menyerbu markas militer Negeri Beruang Merah di Rostov pada Sabtu (24/6). Prigozhin, bahkan sempat mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Moskow.
Aksi Wagner tersebut membuat pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan darurat pada Jumat (24/5) malam. Biden juga berkomunikasi dengan pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris Raya tentang situasi di Rusia, dan mereka menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan untuk Ukraina.
Sementara itu, kantor Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengkonfirmasi pada Sabtu bahwa dia telah berbicara dengan pejabat dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Uni Eropa. Selama diskusi Blinken menegaskan kembali bahwa dukungan AS untuk Ukraina tidak akan berubah.
Kendati demikian, Prigozhin sepakat meninggalkan Rusia setelah sempat menyerbu markas militer Negeri Beruang Merah dan mengerahkan pasukan untuk menyerbu Moskow.
Kremlin mengumumkan Prigozhin akan pergi ke Belarusia dan Rusia tidak akan menuntut dia dan pasukannya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1932 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1751 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1303 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1172 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah