Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Bawaslu Diminta Tetap Menaungi Pemilih yang Terkena Hukum Adat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Untuk mencegah terjadinya bom waktu pencermatan terhadap, Daftar Pemilih Tetap (DPT) harus menjadi atensi khusus jajaran Pengawas Pemilu. Bahkan, pemilih yang termajinalkan di masyarakat juga tetap berhak memilih.
Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani saat berada di Gianyar menekankan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pengawas Pemilu pasca penetapan DPT tahun 2024.
“Memastikan tidak ada satupun warga negara yang telah memenuhi syarat dapat melaksanakan hak pilihnya di Pemilu 2024,” ujarnya, Senin (19/6).
Selain itu, sejumlah orang tetap berhak memilih. Termasuk yang berada di Tabanan sekalipun berhak memilih.
“Menjadi atensi khusus untuk pengawas pemilu terutama kelompok rentan seperti Kaum Marjinal, Disabilitas, masyarakat kesepekang (terkena hukum adat), daerah dengan tingkat mobilisasi perpindahan penduduk tinggi, masyarakat yang tinggal jauh dari perkampungan dan Masyarakat usia lanjut,” tegas Ariyani.
Sementara itu, garda terdepan pengawasan pemilu ada di Panwaslu Kecamatan. Untuk itu, perannya amat besar.
“Semoga DPT tidak menjadi bom waktu, oleh karena itu pencermatan terkait DPT harus menjadi atensi khusus, harus cermati DPSHP ini, nanti setelah DPT ditetapkan kami di Kabupaten akan mencermati kembali DPT tersebut terkait dengan temuan temuan kita selama ini,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan.
Hartawan juga turut memberikan apresiasi terhadap Panwaslu Kecamatan karena telah berupaya secara maksimal dalam mengawal dan mencermati Daftar Pemilih dari Daftar Pemilih Sementara.
“Nantinya berlanjut ke Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan dan sampai saat ini akan ditetap menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT),” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 584 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan