Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Bertahan Saat Pandemi, Made Wisuda Jualan Keripik Singkong
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dampak pandemi covid-19 selama setahun lebih membuat sejumlah pekerja pariwisata di Bali harus berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarga, seperti yang dialami I Made Hari Wisuda.
Sejak pandemi mewabah, pria asal Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana harus putar otak demi mendapatkan penghasilan. Ia sempat mengikuti pelatihan selama 2 bulan untuk tenaga pertanian ke Jepang. Namun ternyata kasus covid-19 meningkat sehingga mengakibatkan lockdown sehingga tidak menerima tenaga kerja dari luar negeri.
Senasib dengannya istri juga sejak Desember 2020 harus berhenti kerja di pariwisata. Setelah tidak mendapatkan pekerjaan jelas di Denpasar akhirnya Made pun berinisiatif membuat usaha kecil kecilan yaitu menjual camilan keripik singkong untuk bertahan hidup.
Dengan modal nekat dan belajar membuat keripik dari internet Made Hari Wisuda akhirnya sedikit demi sedikit bisa menikmati usahanya ini.
"Astungkara saya diberikan jalan untuk bertahan hidup di masa perekonomian yang sangat sulit ini. Dengan modal nekat dan pas pasan usaha sederhana ini saya lakoni dengan sabar dan tekun," Kata Hari Wisuda Sabtu (31/07/2021).
Seiring waktu berjalan usaha keripik singkongnya mulai berjalan dengan lancar. Dari awalnya hanya menjual kepada teman-teman dan kerabatnya saja, dengan dibantu adik sepupunya kini usaha kripiknya opak mulai dititipkan ke warung warung kecil juga melalui promosi media sosial. Bahkan saat ini bisa tembus hingga Denpasar, Tabanan dan Nusa Penida.
“Untuk mengisi waktu bersama, istri mencoba bisnis keripik atau opak dari bahan singkong, dengan menyediakan dua rasa original dan balado. Ini sebenarnya mengisi waktu tapi harus dikerjakan serius karena perlu penghasilan,” Imbuh Hari yang lulusan S1 akuntansi ini.
Dengan hasil penjualan keripiknya tersebut dirinya bisa mendapatkan omzet sekitar 600 ribu per minggu. Dengan hasil penjualannya itu, Made Hari Wisuda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup sehingga bisa dipakai untuk bertahan selama pandemi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4068 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1400 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 741 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun