Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Bertahan Saat Pandemi, Made Wisuda Jualan Keripik Singkong
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dampak pandemi covid-19 selama setahun lebih membuat sejumlah pekerja pariwisata di Bali harus berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarga, seperti yang dialami I Made Hari Wisuda.
Sejak pandemi mewabah, pria asal Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana harus putar otak demi mendapatkan penghasilan. Ia sempat mengikuti pelatihan selama 2 bulan untuk tenaga pertanian ke Jepang. Namun ternyata kasus covid-19 meningkat sehingga mengakibatkan lockdown sehingga tidak menerima tenaga kerja dari luar negeri.
Senasib dengannya istri juga sejak Desember 2020 harus berhenti kerja di pariwisata. Setelah tidak mendapatkan pekerjaan jelas di Denpasar akhirnya Made pun berinisiatif membuat usaha kecil kecilan yaitu menjual camilan keripik singkong untuk bertahan hidup.
Dengan modal nekat dan belajar membuat keripik dari internet Made Hari Wisuda akhirnya sedikit demi sedikit bisa menikmati usahanya ini.
"Astungkara saya diberikan jalan untuk bertahan hidup di masa perekonomian yang sangat sulit ini. Dengan modal nekat dan pas pasan usaha sederhana ini saya lakoni dengan sabar dan tekun," Kata Hari Wisuda Sabtu (31/07/2021).
Seiring waktu berjalan usaha keripik singkongnya mulai berjalan dengan lancar. Dari awalnya hanya menjual kepada teman-teman dan kerabatnya saja, dengan dibantu adik sepupunya kini usaha kripiknya opak mulai dititipkan ke warung warung kecil juga melalui promosi media sosial. Bahkan saat ini bisa tembus hingga Denpasar, Tabanan dan Nusa Penida.
“Untuk mengisi waktu bersama, istri mencoba bisnis keripik atau opak dari bahan singkong, dengan menyediakan dua rasa original dan balado. Ini sebenarnya mengisi waktu tapi harus dikerjakan serius karena perlu penghasilan,” Imbuh Hari yang lulusan S1 akuntansi ini.
Dengan hasil penjualan keripiknya tersebut dirinya bisa mendapatkan omzet sekitar 600 ribu per minggu. Dengan hasil penjualannya itu, Made Hari Wisuda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup sehingga bisa dipakai untuk bertahan selama pandemi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1539 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1161 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1008 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 885 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah