Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Berturut-turut, Satpol PP Gianyar Giring 2 Pemuda Ngamuk ke RSJ

Rabu, 20 Oktober 2021, 18:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Berturut-turut, Satpol PP Gianyar Giring 2 Pemuda Ngamuk ke RSJ.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Sejak Selasa (19/10) dan Rabu (20/10) di lokasi berbeda, Satpol PP Kabupaten Gianyar berturut-turut menerima permintaan pengamanan pemuda ngamuk.  

Kedua pemuda pun telah diantar ke RSJ Bangli untuk diperiksa kejiwaannya. Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha, membeberkan, kejadian pertama berlangsung Selasa (19/10) pukul 09.30 WITA. 

Pemuda depresi, I Kadek Muliata, 23, mengamuk di rumahnya di Banjar Munduk, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar. "Dia mengamuk tanpa membawa senjata tajam," ujar Watha. 

Muliata sempat memukul benda di rumahnya. Keluarga yang khawatir dengan kondisinya langsung melapor ke aparat desa setempat. Kemudian dari desa melaporkan kejadian itu kepada Satpol PP. 

"Kami cepat atensi untuk berikan rasa nyaman dan aman kepada keluarga serta lingkungan setempat," jelasnya.

Dikatakan, Muliata ini memang punya riwayat gangguan kejiwaan sejak dulu. "Ini tergolong wajah baru, yang bersangkutan sudah kami amankan dibawa ke Bangli atas persetujuan keluarga," ujarnya. 

Saat mengamankan Muliata, petugas yang terjun sebanyak 6 orang dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. 

Di bagian lain, pemuda depresi, Nyoman Juli Anggara, 20, warga Banjar/Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh juga mengamuk di rumahnya. 

Juli mengamuk pada Rabu (20/10) pukul 10.00 WITA. Sebelum meresahkan keluarga dan masyarakat setempat, petugas Satpol PP turun ke lokasi. Pemuda itu kemudian diamankan. Kedua tangannya diikat kemudian dimasukkan ke mobil Satpol PP. 

Watha yang mantan Kepala Dinas Sosial itu menambahkan, ada tiga faktor orang gangguan jiwa mengamuk. "Biasanya pengalaman kami tangani, pertama, kalau dia wajah lama biasa pil-nya habis karena dia terus menerus minum tidak boleh putus," ungkapnya.

Yang kedua, terjadi karena situasi dan kondisi di rumah dan masalah ekonomi. "Ketiga, kalau yang bersangkutan wajah baru, biasanya masalah ekonomi dan masalah sosial serta situasi dan kondisi di keluarga," terangnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami