Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BPBD Jembrana Aktifkan Pos Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Selasa, 2 Desember 2025, 18:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/BPBD Jembrana Aktifkan Pos Siaga Hadapi Ancaman Bencana.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

BPBD Kabupaten Jembrana mulai mengambil langkah serius menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Salah satu upayanya, BPBD mendirikan pos siaga khusus di area kantor BPBD Jembrana.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, menyebutkan bahwa pos siaga ini akan menjadi pusat pemantauan dan respons cepat saat terjadi bencana.

“Mulai hari ini kami aktifkan pos siaga. Personel TRC kami tambah, yang biasanya hanya tujuh orang, kini menjadi sepuluh hingga sebelas orang untuk memastikan respon lebih cepat,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Agus menegaskan, peningkatan kesiapsiagaan ini juga disertai pembahasan lanjutan pada 4 Desember mendatang. Koordinasi dengan pemerintah pusat pun sudah dilakukan melalui rapat virtual dan apel gabungan sebelumnya.

Ia berharap seluruh OPD dan Forkopimda ikut mengerahkan peralatan pendukung dan memperkuat koordinasi jika ada potensi bencana. “Mitigasi harus diprioritaskan. Setiap perubahan cuaca yang signifikan perlu segera diinformasikan agar bisa diantisipasi,” tambahnya.

BPBD juga telah mengirim surat kepada desa-desa untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta rutin membersihkan selokan, mengawasi kondisi sungai, dan melakukan tindakan pencegahan lainnya. Untuk beberapa titik sungai yang dangkal, pengerukan sudah dilakukan lebih awal.

Perlu Alat Deteksi Dini Air Sungai

Terkait peringatan dini, Agus menilai Jembrana sangat membutuhkan alat deteksi debit air sungai, mirip sistem peringatan tsunami. Dari pendataan BPBD, setidaknya ada 11 titik sungai yang dianggap perlu dipasangi alat tersebut.

“Kalau air naik di atas batas normal, alat bisa memberi peringatan langsung. Masyarakat punya waktu untuk mengamankan barang dan menyelamatkan diri. Ini sangat penting,” jelasnya.

Namun, pengadaan alat tersebut membutuhkan anggaran besar sehingga tidak bisa mengandalkan APBD. Karena itu, BPBD telah mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat.

Sebelumnya, kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi juga diperkuat melalui apel gabungan melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan berbagai instansi lainnya. Apel yang dilaksanakan di halaman belakang GOR Krisna Jvara, Dauhwaru, pada 5 November 2025 itu mengerahkan kurang lebih 481 personel untuk siaga penuh di wilayah Jembrana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami