Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
BPBD Jembrana Aktifkan Pos Siaga Hadapi Ancaman Bencana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
BPBD Kabupaten Jembrana mulai mengambil langkah serius menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Salah satu upayanya, BPBD mendirikan pos siaga khusus di area kantor BPBD Jembrana.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, menyebutkan bahwa pos siaga ini akan menjadi pusat pemantauan dan respons cepat saat terjadi bencana.
“Mulai hari ini kami aktifkan pos siaga. Personel TRC kami tambah, yang biasanya hanya tujuh orang, kini menjadi sepuluh hingga sebelas orang untuk memastikan respon lebih cepat,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Agus menegaskan, peningkatan kesiapsiagaan ini juga disertai pembahasan lanjutan pada 4 Desember mendatang. Koordinasi dengan pemerintah pusat pun sudah dilakukan melalui rapat virtual dan apel gabungan sebelumnya.
Ia berharap seluruh OPD dan Forkopimda ikut mengerahkan peralatan pendukung dan memperkuat koordinasi jika ada potensi bencana. “Mitigasi harus diprioritaskan. Setiap perubahan cuaca yang signifikan perlu segera diinformasikan agar bisa diantisipasi,” tambahnya.
BPBD juga telah mengirim surat kepada desa-desa untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta rutin membersihkan selokan, mengawasi kondisi sungai, dan melakukan tindakan pencegahan lainnya. Untuk beberapa titik sungai yang dangkal, pengerukan sudah dilakukan lebih awal.
Perlu Alat Deteksi Dini Air Sungai
Terkait peringatan dini, Agus menilai Jembrana sangat membutuhkan alat deteksi debit air sungai, mirip sistem peringatan tsunami. Dari pendataan BPBD, setidaknya ada 11 titik sungai yang dianggap perlu dipasangi alat tersebut.
“Kalau air naik di atas batas normal, alat bisa memberi peringatan langsung. Masyarakat punya waktu untuk mengamankan barang dan menyelamatkan diri. Ini sangat penting,” jelasnya.
Namun, pengadaan alat tersebut membutuhkan anggaran besar sehingga tidak bisa mengandalkan APBD. Karena itu, BPBD telah mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat.
Sebelumnya, kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi juga diperkuat melalui apel gabungan melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan berbagai instansi lainnya. Apel yang dilaksanakan di halaman belakang GOR Krisna Jvara, Dauhwaru, pada 5 November 2025 itu mengerahkan kurang lebih 481 personel untuk siaga penuh di wilayah Jembrana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2952 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2018 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun