Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Budidaya Lele Desa Tulikup Tekan Stunting
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, terus berinovasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus menekan angka stunting.
Sejak tahun 2022, desa ini mengembangkan program budidaya ikan lele di Banjar Pande sebagai solusi terpadu yang menyentuh sektor ekonomi, pangan, dan kesehatan masyarakat.
Baca juga:
BUMDes Desa Tulikup Sukses Jual Gas, Sehari 1.000 Tabung Tersalur
Program budidaya lele tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tulikup atas penunjukan langsung Pemerintah Desa Tulikup. Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika, Jumat (23/1), menjelaskan bahwa saat ini budidaya lele dikembangkan melalui 24 kolam terpal dengan kapasitas produksi yang cukup besar.
Setiap kolam terpal diisi sekitar 10 ribu bibit lele, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai kurang lebih 7 ribu ekor per kolam.
“Untuk skala desa, hasil ini tergolong optimal dan berkelanjutan,” ujar Ardika.
Panen lele dilakukan secara berkala setiap 2,5 bulan. Hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar, tetapi juga diolah lebih lanjut dengan melibatkan Tim Penggerak PKK Desa Tulikup. Ikan lele tersebut diolah menjadi berbagai produk makanan bergizi yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan (BMT).
Pada tahap awal, BMT berbahan dasar lele ini difokuskan untuk menangani tujuh kasus stunting yang tercatat di Desa Tulikup. Seiring konsistensi pelaksanaan dan optimalisasi program, angka stunting berhasil ditekan secara signifikan hingga kini hanya tersisa satu anak.
Produk olahan lele tersebut secara rutin disalurkan melalui kegiatan Posyandu dan dijadikan menu tambahan bagi balita di wilayah Desa Tulikup.
“Lele kami pilih karena kandungan gizinya tinggi, mudah diolah, dan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak,” tambah Ardika.
Keberhasilan program budidaya lele ini menjadi contoh sinergi nyata antara BUMDes, PKK, dan layanan kesehatan desa dalam menanggulangi stunting. Inovasi Desa Tulikup bahkan menarik perhatian daerah lain sebagai model praktik baik.
Sepanjang tahun 2024, Desa Tulikup kerap menjadi lokasi studi tiru, tidak hanya dari kabupaten lain di Bali, tetapi juga dari luar daerah seperti Yogyakarta. Program ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang