Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Cina-AS Sepakat Stabilkan Hubungan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina dan Amerika Serikat sepakat untuk menstabilkan hubungan agar tak berujung konflik di tengah persaingan sengit kedua negara tersebut.
Presiden Cina Xi Jinping menyambut "kemajuan" setelah berjabat tangan dengan Blinken di Aula Rakyat, sebuah tempat yang biasanya dipesan untuk menyambut kepala negara.
Blinken dan Presiden Xi sepakat menekankan pentingnya memiliki hubungan yang lebih stabil, karena konflik antara dua ekonomi terbesar di dunia ini akan menciptakan gangguan global.
Namun, kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken ke Beijing juga tak mencapai kemajuan besar. Cina masih menutup usaha Amerika untuk melanjutkan saluran komunikasi militer-ke-militer dan menyebut sanksi AS sebagai hambatan.
Kedua negara tersebut terlihat teguh dalam posisi mereka terkait segala hal mulai dari Taiwan hingga perdagangan, termasuk tindakan AS terhadap industri chip Cina, hak asasi manusia, dan perang Rusia melawan Ukraina.
Gedung Putih menyebut pertemuan tersebut sebagai "langkah maju yang baik."
"Pesan utama Blinken adalah menekankan pentingnya mempertahankan saluran komunikasi terbuka untuk mengurangi risiko," kata Humas Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.
Meski belum menemukan kemajuan besar, keduanya sepakat untuk melanjutkan keterlibatan diplomatik dengan lebih banyak kunjungan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.
Blinken yang merupakan Menteri Luar Negeri AS pertama yang bertemu Presiden Cina sejak 2018, mengatakan dia telah mengangkat isu-isu kontroversial dalam pertemuannya, seperti Taiwan, pulau demokratis yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya, Laut Cina Selatan, perang Rusia di Ukraina, dan peluncuran rudal Korea Utara.
"Hubungan ini sedang mengalami ketidakstabilan, dan kedua belah pihak menyadari perlunya bekerja untuk menstabilkannya," kata Blinken dalam konferensi pers usai kunjungannya selama dua hari ke Beijing.
"Tetapi kemajuan memang sulit. Itu membutuhkan waktu. Dan itu bukan hasil dari satu kunjungan, satu perjalanan, satu percakapan. Harapan dan harapan saya adalah: kita akan memiliki komunikasi yang lebih baik, keterlibatan yang lebih baik di masa depan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1943 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1757 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1306 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1177 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah