Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Cina Mencak-Mencak Usai Biden Cap Xi Jinping Diktator
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina marah besar setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Presiden Xi Jinping "diktator" saat berpidato pada Selasa (20/6).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Beijing Mao Ning mengatakan ucapan Biden "sangat tidak masuk akal" dan "tidak bertanggung jawab."
Menurut Mao, komentar Biden secara serius melanggar fakta, protokol diplomatik, dan martabat politik China.
"Mereka adalah provokasi politik terbuka," kata Mao, seperti dikutip Reuters, Rabu (21/6).
Senada, direktur Pusat Studi Amerika di Universitas Fudan di Shanghai, Wu Xinbo, juga mengatakan bahwa "mulut besar Biden adalah meriam lepas."
"Rasa saling percaya adalah apa yang rekan ditekankan Cina, jadi komentar Biden sangat merusak," kata Wu.
Meski begitu, Wu menilai pernyataan Biden kemungkinan tak sepenuhnya berdampak pada kesepakatan yang dibuat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken saat melawat ke Cina baru-baru ini.
Biden sebelumnya mengatakan bahwa Xi marah atas insiden balon diduga mata-mata Cina yang berkeliaran di langit AS pada Februari lalu. Menurutnya, keputusan Washington menembak jatuh balon itu membuat Xi sangat kesal.
"Alasan mengapa Xi Jinping menjadi sangat kesal ketika saya menembak jatuh balon itu dengan dua mobil box yang penuh dengan peralatan mata-mata adalah dia tidak tahu itu ada di sana," kata Biden di acara penggalangan dana Partai Demokrat dan di depan wartawan.
"Saya serius. Itu sangat memalukan bagi para diktator, ketika mereka tidak tahu apa yang terjadi. Itu tidak seharusnya terjadi dan dia tidak mengetahuinya," ucap Biden.
Saking malunya, menurut Biden, Xi pun menyangkal soal balon itu.
"Ketika pesawat itu ditembak jatuh, dia (Xi Jinping) sangat malu dan menyangkalnya ada di sana," ujar dia.
Terkait balon ini, Mao kembali menegaskan bahwa balon itu tak sengaja melewati wilayah udara AS. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh keadaan di luar kendali Beijing.
Pernyataan Biden ini sendiri dilontarkan setelah Blinken berkunjung ke Beijing untuk meredakan ketegangan kedua negara.
Pada pertemuan Senin (19/6) lalu, Blinken dan Xi sepakat untuk menstabilkan persaingan sengit antara Washington dan Beijing sehingga tak akan menimbulkan konflik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1943 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1757 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1306 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1177 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah