Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Dewan Desak Layanan Uji KIR di Jembrana Beroperasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah layanan uji KIR di Kabupaten Jembrana dihentikan berdampak pada pendapatan daerah. Bahkan sejak setahun terakhir pemiik kendaraan barang dan angkutan umum harus keluar Jembrana untuk uji KIR ini sebagai syarat kendaraan bisa beroperasi.
Terkait dengan hal tersebut, Anggota DPRD Jembrana dari Fraksi Demokrat I Ketut Catur berharap agar pengujian KIR ini bisa segera difungsikan. Apalagi saat ini, Kabupaten Jembrana sudah mendatangkan peralatan uji KIR yang baru.
“Selama ini warga mengaku harus keluar Jembrana hanya untuk menguji KIR kendaraannya. Jika syaratnya lengkap gak apa-apa. Nah jika kelengkapannya kurang, akan bolak balik,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya mendorong dinas terkait agar alat uji KIR yang sudah tersedia agar segera difungsikan. Untuk segera mendapatkan pendapatan daerah, Politisi Partai Demokrat asal Kelurahan Lelateng ini berharap alat uji kendaraan sudah bisa dioperasikan. Dan juga terkait Pendapatan daerah dari uji kendaraan ini bisa maksimal masuk ke daerah.
Terkait hal ini, Kadis Perhubungan, Perikanan dan Kelautan Jembrana, I Made Dwi Maharimbawa, dikonfirmasi tidak berfungsinya uji KIR sejak setahun ini dipicu belum memiliki alat yang sesuai standar dari kementerian perhubungan. Dan menjelang akhir tahun ini, alat tersebut sudah datang.
"Kita targetkan di awal tahun 2022 bisa beroperasi. paling lambat Februari bisa jalan. Kita masih menunggu dari Kemenhub terkait penggunaan alat itu,” kata Maharimbawa.
Terkait untuk pengoperasian Maharimbawa menjelaskan perlu validasi, kalibrasi dan persetujuan dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Perhubungan Transportasi Darat (BPTD).
Terkait dengan pendapatan, pihaknya juga menunggu adanya penyesuaian tarif. Karena saat ini masih Rp80 ribu. Sementara di daerah lain dengan alat uji yang standar seperti saat ini sudah Rp200 ribu.
"Jadi harapan kami juga ada penyesuaian tarif retribusi," tambahnya.
Pendapatan dari sektor ini menurutnya cukup memberikan kontribusi bagi daerah. Sebab di Jembrana menurutnya untuk angkutan barang dan angkutan penumpang ada sekitar 8.000 unit kendaraan.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3668 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1338 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 925 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 701 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun