Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Diburu Warga Karangasem, Hama Gayas Bisa Dimasak dengan Berbagai Olahan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Siapa sangka, larva salah satu jenis kumbang yang dinamai Gayas dan disebut - sebut sebagai hama justru bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. Di Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem misalnya, salah satu warga, I Nengah Adi Suda Darma bahkan mengaku sangat menggemari olahan Gayas tersebut.
Ia menuturkan, Gayas bisa diolah menjadi beberapa jenis masakan, mulai dari gayas goreng, urutan Gayas, Gayas nyat - nyat hingga pepes Gayas. Namun, ia mengaku paling suka dengan olahan Gayas dengan menggunakan bumbu nyat - nyat dipadukan kuah santan dan tipat (ketupat).
"Saya paling suka yang bumbu nyat - nyat, ada kuah santannya di pakek lauk ketupat wuih rasanya mantap, Gayasnya kenyal - kenyal gitu," ujarnya kepada media ini Selasa (01/06/2021). Gayas sendiri bisa dikatakan sebagai musuh para petani dan disebut sebagai hama karena hidupnya di dalam tanah dan kerap menyerang bagian akar tanaman yang menyebabkan tanaman menjadi layu dan mati mengering.
Menurut warga, hama Gayas biasanya muncul pada saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Mereka hidup di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 10 cm meter. Nah, pada bulan - bulan ini lah biasanya dikatakan sebagai musim Gayas dan merupakan waktu yang tepat untuk berburu Gayas terlebih setelah turun hujan maka akan mudah ditemukan.
Sebelum siap diolah menjadi makanan, perlu diketahui bahwa Gayas yang enak untuk dikonsumsi adalah Gayas yang sudah berusia dewasa atau yang sudah berwarna kekuningan. Saat pencarian, biasanya warga membawa wadah yang didalamnya berisi air. Nah setelah Gayas terkumpul, kemudian dibersihkan dengan cara mengeluarkan seluruh kotoran atau bagian isi perutnya yang berwarna hitam.
Setelah bersih, Gayas - Gayas tersebut kemudian direbus selama 30 hingga 45 menit barulah setelah itu bisa diolah untuk dijadikan berbagai olahan makanan tersebut. "Yang bagus untuk dimasak itu, Gayas yang sudah dewasa ditandai dengan warna yang agak kekuningan, kalo yang muda warnanya putih," tambah Suda Darma.
Untuk rasanya sendiri bisa dikatakan cukup unik, menurut Suda Darma rasanya hampir mirip dengan daging ayam hanya saja ada rasa kenyal - kenyalnya. Namun demikian perlu menjadi catatan bahwa tidak semua orang suka mengkonsumsi Gayas.
Dari pengalaman Suda Darma, meski rasanya enak tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan maka akan menimbulkan efek seperti pusing. "Ya saya sempat saat itu merasa pusing setelah memakan Gayas cukup banyak," tandasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah