Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Pembuangnya Dua Orang Siswi SMU

Kamis, 29 November 2007, 18:26 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi/google

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Warga sekitar Abian Tihing, Jungutan, Bebandem Karangasem sekitar Pukul 13.00 Kamis (29/11) siang geger.

Seorang buruh yang bekerja sebagai pengayak pasir di sungai Tukad Pati menemukan jasad orok terbungkus tas plastik berwarna merah. Yang cukup memprihatinkan, kuat dugaan yang membuang orok bayi yang mulai membusuk itu dilakukan oleh dua orang pelajar dan penemuan orok dengan jenis kelamin laki-laki ini akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Bebandem.


Informasi yang dihimpun beritabali.com, pada Kamis siang seorang warga, Ni Wayan Arini (25) yang sedang bekerja mengayak pasir di sungai kering Tukad Pati, dikejutkan oleh aksi seseorang yang melempar sebuah benda terbungkus plastik merah ke sungai yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.



Melihat gelagat pelempar yang mencurigakan, Arini mencoba mencari tahu dan Ia semakin penasaran lantaran dari bungkusan itu mengeluarkan bau busuk yang cukup menyengat. Awalnya dia bermaksud membuka bungkusan tersebut, namun karena takut dia urung melakukanya dan Arini memutuskan untuj memberitahu mertuanya, Ni Wayan Sasih (45).

Bersama sang mertua, bungkusan yang mencurigakan itu diperiksa, dan alangkah kagetnya mereka saat membuka plastik merah itu karena ternyata di dalamnya berisi seonggok jasad bayi yang keadaannya sudah mulai membusuk. Selanjutnya mereka menyampaikan temuan orok itu kepada tetangga dan warga sekitarnya.

Karena penasaran, dalam waktu sekejap warga mulai berdatangan ke lokasi tak terkecuali Perbekel Jungutan, IB Suteja. Oleh warga, temuan jasad itu akhirnya dilaporkan ke Mapolsek bebandem.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Bebendem AKP Ketut Suartika bersama anak buahnya langsung terjun ke TKP. Dan melakukan olah TKP sembari mengorek keterangan dari beberapa saksi dan selanjutnya orok di bawa ke RS Amlapura untuk di visum.

Menurut Dokter Gde Yuliasena, dari hasil visum diduga orok tersebut terlahir normal dengan berat mencapai 2,5 kg dan panjang 48 cm. Kondisi orok itu cukup mengenaskan, yakni tempurung kepalanya remuk serta lidahnya menjulur keluar. Terkait sebab kematian bayi itu tim medis belum bisa memastikan.

Sementara informasi dari Kepolisian, guna mengungkap kasus itu, penyidik baru memiliki imformasi awal yakni dugaan yang membuang orok tersebut adalah dua orang wanita yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna merah. Dan dari keterangan saksi, dua sosok yang menutupi mukanya dengan helm fullface (helm sport, red) itu terlihat mengenakan pakaian seragam SMA.



“Kedua remaja tersebut menggunakan pakian seragam putih-putih mirip dengan yang dikenakan siswa SMU. Orok dilempar olah anak yang duduk di belakang. Pelaku saat itu menggunakan helm serobong warna hitam,” ujar sumber di kepolisian.

Pahumas Polres Karangasem, Kompol I Wayan Soerdjana seijin Kapolres Karangasem saat dikonfirmasi, menyebutkan kendati keterangan awal masih minim, namun polisi bertekad akan mengungkap kasus itu hingga tuntas. (kkk)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami