Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Diduga Setubuhi hingga Aniaya Anak Panti Asuhan, JMW Dijerat Pasal Berlapis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ketua Yayasan Panti Asuhan berininisial JMW (57) dijerat dengan pasal berlapis. Ia terancam mendekam di balik jeruji besi selama 15 tahun, lantaran tak hanya diduga melakukan tindakan persetubuhan, melainkan juga penganiayaan dan pencabulan terhadap sejumlah anak asuhnya, di Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Desa Jagaraja, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman pada Kamis (2/4) mengatakan, sejauh ini jumlah anak yang dipastikan menjadi korban nafsu bejat JMW berjumlah 7 orang. Rinciannya (menggunakan nama samaran); Mawar (16) menjadi korban penganiayaan dan persetubuhan berkali-kali, dengan TKP di Panti Asuhan Ganesha Sevanam, serta di Penginapan wilayah Denpasar, Badung dan Tabanan.
Selanjutnya Anggrek (12), Melati (12), dan Teratai (21) menjadi korban persetubuhan. Dahlia (16), Seruni (17) dan Kenanga (14) menjadi korban pencabulan. "Untuk korban yang lain, TKPnya di Panti Asuhan Ganesha Sevanam. Peristiwa ini terjadi selama panti asuhan itu beroperasi," ungkap AKBP Ruzi.
Lebih lanjut AKBP Ruzi menyebut, tindak kejahatan yang dilakukan JMW ini terungkap setelah korban Mawar, dianiaya oleh JMW dengan cara dicambuk dan dicekik menggunakan seutas kabel berwarna putih. Penganiayaan ini lantas membuat Mawar mengalami luka dan memar di tubuhnya.
"Penganiayaan dilakukan karena korban (Mawar) keluar dari panti, tidak izin kepada pelaku (JMW). Sehingga korban dipukul disuatu ruangan, disaksikan sesama anak panti yang lain. Pelaku juga menyatakan siapa nanti yang melanggar aturan akan diperlalukan seperti ini (dianiaya)," jelas AKBP Ruzi.
Pasca dianiaya, korban lantas melapor ke kakak kandungnya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat disetubuhi oleh tersangka, yang dimana kejadian terakhir terjadi pada Februari 2026 lalu.
"Korban menyampaikan terduga pelaku memanfaatkan posisinya sebagai ketua yayasan untuk melakukan kejahatan, sehingga korban merasa sedikit terintimidasi," katanya.
Berangkat dari laporan Mawar itu, proses penyelidikan dilakukan secara cepat. Sejumlah aparat dikerahkan ke Panti Asuhan Genesha Sevanam, mengingat banyak anak panti yang lain, yang mengalami peristiwa serupa, namun takut melapor karena mendapat ancaman dari tersangka.
"Kami langsung bergerak cepat, periksa kesehatan korban dan bergerak cepat ke panti untuk penyelidikan. Hasilnya, kami amankan anak-anak yang lain, yang mengalami kejadian serupa untuk mencegah intimidasi," terang AKBP Ruzi.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, berupa memeriksa saksi-saksi dan melakukan visum terhadap para korban, JMW pun resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (30/3), dan ditahan di Rutan Polres Buleleng.
"Berkas perkaranya kami buat terpisah. Diklaster berdasarkan perbuatan yang dilakukan, mulai dari penganiayaan, persetububan dan pencabulan. Tersangka dikenakan pasal berlapis, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar AKBP Ruzi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan