Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Festival Danau Tamblingan Diyakini Jadi Magnet Wisata
Jumat, 6 Mei 2016,
09:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Keberadaan Danau Tamblingan yang menjadi objek wisata di kawasan Dusun Tamlingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, dimaksimalkan promosi wisatanya dengan ajang festival.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Sutrisna, terkait upaya melestarikan kawasan tersebut. Menurut Sutrisna, pengelolaan danau Tamblingan telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perda Kabupaten Buleleng Nomor 24 Tahun 2011 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga.
“Kami bersama warga masyarakat berupaya melakukan pengembangan berbasis pelestarian lingkungan. Tentu sekaligus menata lingkungan yang asri dan indah dengan barometer dasar konservasi alam ditetapkan berdasarkan peraturan diundangkan,” ucap Sutrisna, Minggu (1/5).
Menurut mantan Kadiskanla kabupaten di Utara Pulau Dewata ini, dengan pengembangan Daya Tarik Wisata (DTW) kawasan danau Tamblingan serta dibantu dengan promosi yang dikembangkan lewat festival-festival yang diselenggarakan, tentu diharap mampu memberikan sebuah magnet untuk meningkatkan kunjungan tamu baik lokal maupun mancanegara.
Dikatakan, danau Tamblingan memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri. Bukan hanya sekedar panorama alam yang asri melainkan ada unsur kebudayaan serta adat istiadat masyarakat yang merupakan suatu aset bagi dunia pariwisata.
“Pengelolaannya kini pun turut melibatkan warga dan lembaga desa adat di Catur Desa Adat Dalem Tamblingan. Sehingga tentu akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Hanya saja, pengelolaan tersebut betul-betul harus memperhatikan kebersihan dan aman dari sampah plastik, limbah, dan bekas bungus makanan,” papar Sutrisna.
Ia pun mengharapkan masyarakat setempat turut serta dalam mencari inovasi baru untuk melakukan pengembangan yang berbasis pelestarian lingkungan. Dimana, kerjasama tersebut tentu bukan hanya sebuah konsep lisan untuk melestarikan kawasan DTW.
Konsep kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan pihak Desa Pakraman sudah dilakukan secara tertulis untuk dalam bentuk kesepakatan kerjasama pengelolaan tempat rekreasi DTW danau Tamblinga.
“Kami menjaga kelestarian pengelolaan bersama Danau Tamblingan, sekaligus meningkatkan pendapatan tempat rekreasi melalui pengelolaan retribusi DTW,” paparnya.
Menurut Sutrisna, saat ini pengunjung yang datang di kawasan danau Tamblingan masih didominasi oleh wisatawan lokal. Kawasan danau Tamblingan cenderung digunakan untuk kegiatan-kegiatan liburan akhir pekan oleh masyarakat baik dari dalam Kabupaten Buleleng maupun kabupaten yang ada di luar.
“Selain memiliki acara khusus, tamu yang berkunjung juga cenderung lebih banyak yang hanya sekedar ingin melepas penat bersama keluarga atau teman-teman dekatnya. Acara perkemahan pun sering digelar di danau Tamblingan. Bahkan, pada saat hari-hari upacara yang dilakukan dikawasan tersebut cenderung menjadi daya tarik tersendiri oleh wisatawan mancanegara,” pungkas Sutrisna. [bbn/suaradewata]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3972 Kali
02
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1382 Kali
03
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 936 Kali
04
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 862 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026