Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Harga Emas Dunia Menguat di Tengah Kenaikan Inflasi AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Harga emas bangkit kembali dalam perdagangan yang berfluktuasi pada akhir pekan lalu. Fokus investor beralih ke risiko ekonomi setelah lonjakan inflasi AS mendukung spekulasi kenaikan suku bunga yang agresif.
Mengutip CNBC, Senin (13/6/2022) harga emas di pasar spot naik 1,4 persen menjadi USD1,873,58 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 1,2 persen pada USD1,875,50.
Harga konsumen AS meningkat pada Mei sebesar 8,6 persen menunjukkan Federal Reserve dapat melanjutkan kenaikan suku bunga 50 basis poin hingga September, mengirimkan emas ke level terendah sejak 19 Mei di USD1,824,63.
Tapi aset safe-haven segera menghapus kerugian karena investor menilai dampak ekonomi dapat mendorong emas lebih lanjut setelah survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS jatuh ke rekor terendah pada awal Juni di tengah melonjaknya harga bensin.
"Emas telah mengalami roller coaster, turun ke posisi terendah bulanan sebelum rally tajam seiring laporan inflasi dan bangkit kembali di tengah laporan sentimen konsumen terburuk dalam catatan," kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen di New York.
"Nasib emas minggu inj mungkin bergantung pada pertemuan Fed," tambah Wong.
Suku bunga yang tinggi biasanya meredupkan daya tarik emas batangan karena hal itu berarti peningkatan biaya peluang untuk memegang aset, yang tidak membayar bunga.
Rebound emas juga terjadi meskipun dolar menguat, dan imbal hasil Treasury AS meningkat. Harga emas telah sangat tangguh mengingat ekspektasi kenaikan (suku bunga), dan pasar fisik yang melemah.
"Di tengah kekhawatiran bahwa inflasi dapat melampaui kenaikan suku bunga," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.
Diskon emas fisik di India minggu ini mencapai tertinggi tujuh minggu, sementara pembatasan Covid-19 menghalangi pembeli di China.
"Namun, emas kemungkinan akan menyerahkan semua kenaikan ini dan tren lebih rendah menuju di bawah USD1.800/oz, karena suku bunga naik tajam," kata analis di TD Securities dalam sebuah catatan.
Sementara itu harga perak menghapus penurunan awal untuk naik 1,2 persen pada level USD21,92 per ounce. Platinum naik 0,3 persem menjadi USD973,91, tetapi paladium turun 0,1 persen menjadi USD1,922,82.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1993 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1821 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1350 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1230 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah