Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Hasilkan Produk Berdaya Saing, Buleleng Tetapkan 3 Sasaran
Kembangkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sesuai misi RPJMD Bupati dalam pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada produk unggulan daerah, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng telah menetapkan tiga sasaran utama yang dapat menghasilkan produk-produk berdaya saing tinggi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Ir. I Made Sumiarta saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (20/1).
Lebih lanjut, Kadis Sumiarta menyampaikan, dari tiga sasaran itu yakni meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, meningkatkan mutu daya saing pemasaran komunitas dinas pertanian, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui hal itu, Sumiarta mengatakan nantinya dapat meningkatkan produksi pertanian seperti tanaman padi, pangan, peternakan, perkebunan.
"Tidak itu saja, dari sasaran ini dapat meningkatkan persentase kelompok pelaku usaha di bidang pertanian, dan peningkatan persentase kelas kemampuan kelompok di masing-masing wilayahnya," ucapnya.
Selain itu, Dinas Pertanian dalam program prioritas tahun 2022 juga melaksanakan penyediaan pengendalian kesehatan hewan seperti mengatasi rabies, flu burung, flu babi dan lainnya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3738 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1343 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 926 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 713 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun