Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
India Berlakukan Lockdown karena Virus Nipah, Akankah Jadi Pandemi Baru?
beritabali.com/lifestyle.bisnis.com/India Berlakukan Lockdown karena Virus Nipah, Akankah Jadi Pandemi Baru?
BERITABALI.COM, DUNIA.
India dihantui dengan penyebaran Virus Nipah, yang baru-baru ini membuat dua warganya meninggal dunia. Dikutip dari Reuters, korban pertama meninggal pada Akhir Agustus 2023. Kemudian satu korban lain meninggal pada bulan ini.
Virus ini juga menyebabkan beberapa warga lainnya di rawat di rumah sakit. Setidaknya 700 lebih orang di distrik Kozhikode telah dilakukan tes untuk mendeteksi penyebaran virus.
Merebaknya virus ini kemudian membuat Pemerintah India melakukan lockdown dengan menutup sejumlah sekolah dan kantor.
"Kami fokus pada pelacakan kontak orang-orang yang terinfeksi sejak dini dan mengisolasi siapa pun yang memiliki gejala. Pergerakan masyarakat telah dibatasi di beberapa bagian negara bagian untuk mengatasi krisis medis," kata Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, dilansir dari Aljazeera.
Sebelumnya, virus ini sudah terdeteksi pada 2018 di wilayah Kerala yang membuat hampir 20-an orang dinyatakan meninggal dunia.
Kini India kembali dihantui oleh penyebaran Virus Nipah, di mana pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap 130 orang yang mengalami gejala. Merebaknya penyakit di India ini kemudian membuat dunia khawatir, apakah akan ada pandemi baru yang lebih berbahaya.
Apa itu Virus Nipah?
Virus Nipah sendiri merupakan virus zoonotik, di mana penyakit bermula dari hewan dan ditularkan ke manusia. Penyakit ini menular melalui makanan dan kontak antarmanusia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatatkan bahwa Virus Nipah mulai terdeteksi pada 1999, di mana saat itu terjadi wabah yang menyerang para peternak babi. Kemudian virus mulai menjangkit warga Bangladesh pada 2001. Sejak itu, wabah ini hampir setiap tahun menyerang negara setempat.
Virus ini pun teridentifikasi di India, negara yang dekat dengan Bangladesh. Inang penyakit ini pun ditemukan di negara-negara Asia lain seperti Kamboja, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Inang alami virus Nipah adalah kelelawar buah yang berasal dari famili Pteropodidae.
Gejala dan Bahaya Virus Nipah
Virus Nipah yang telah menjangkit manusia biasanya menimbulkan gejala ringan namun fatal. Pada sebagian orang, virus ini menyebabkan penyakit pernapasan akut dan ensefalitis (radang otak) yang fatal. WHO mengatakan bahwa tingkat kematian virus cukup tinggi, yakni mencapai 75 persen.
Beberapa gejala yang muncul di antaranya:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Muntah
- Sakit tenggorokan
- Pusing
- Mudah mengantuk
- Penurunan kesadaran hingga pembengkakan otak
- Sesak napas dan gangguan pernapasan berat
Pada kasus dengan gejala berat, penderita bisa mengalami gangguan otak, kejang, dan berlanjut koma dalam waktu 24 jam sampai 48 jam hingga kematian. Adapun masa inkubasi virus berlangsung sekitar 4-14 hari. Namun, ada pula laporan yang menyebut bahwa masa inkubasi bisa berlangsung selama 45 hari.
Sumber : Bisnis.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1662 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1628 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1232 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1076 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah