Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 1 November 2026
Ini Alasan Investor Lepas Rupiah
Kamis, 5 Oktober 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Bank Indonesia menilai beberapa kebijakan pemerinah AS memicu terjadinya capital outflow karena dolar AS pulang kampung sehingga memicu pelemahan rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tertekan sejak pekan lalu. Pada Selasa (3/10/2017) rupiah bertengger di Rp13.600 per US$.
[pilihan-redaksi]
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menuturkan, hal ini terjadi lantaran pengajuan proposan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengenai penurunan pajak.
Hal itu boleh jadi belum komprehensif tetapi jika proposal penurunan pajak diterima oleh kongres dan disahkan menjadi UU maka bisa menjadi harapan baru bagi perekonomian Amerika Serikat. "(Penurunan pajak) itu (akan) menjadi harapan baru (dan) ekonomi Amerika Serikat akan naik lebih cepat," terang Mirza di Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Dengan begitu, kata Mirza, kemungkinan The Fed buat menaikkan suku bunga semakin cepat alhasil akan terjadi capital outflow di negara-negara berkembang. "Suku bunga di as akan naik lebih cepat dan kemudian di global itu dolar jadi menarik kembali,"ungkapnya.
Di samping itu, lanjut dia, pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen mengenai rencana kenaikan suku bunga pada Desember mendatang bisa jadi 'sihir' tersendiri yang membuat mata uang rupiah dan negara-negara lain tertekan. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026