Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Intel Ukraina Sebut Putin Perintahkan FSB Bunuh Bos Wagner Prigozhin
beritabali.com/cnnindonesia.com/Intel Ukraina Sebut Putin Perintahkan FSB Bunuh Bos Wagner Prigozhin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin diklaim telah menugaskan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) untuk membunuh kepala tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny Prigozhin.
Informasi ini diungkapkan Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina Mayor Jenderal Kyrylo Budanov dalam wawancaranya dengan The War Zone, dilansir Sabtu (1/7).
"Semua upaya pembunuhan potensial semacam itu tidak akan berlangsung cepat. Mereka membutuhkan waktu untuk melakukan pendekatan yang tepat dan mencapai tahap ketika mereka siap untuk menambahkan serangan besar," kata Budanov, mengutip dari CNN.
Budanov mengatakan bahwa setiap upaya pembunuhan yang dilakukan Rusia akan membutuhkan waktu untuk dilaksanakan. Namun, ia juga mengatakan bahwa ia tidak yakin apakah FSB akan berhasil melakukan pembunuhan itu.
Pejabat militer Ukraina tersebut juga menyatakan bahwa Kyiv telah mengetahui rencana pemberontakan Prigozhin sejak lama.
Lebih lanjut, Budanov juga mengatakan bahwa Prigozhin maupun kelompok tentara bayarannya tidak akan menimbulkan masalah bagi Ukraina di Belarusia. Hal ini dikarenakan kesepakatan yang dirahasiakan antara Prigozhin dan Kremlin sebelumnya di mana bos Wagner dan para kontraktornya diizinkan untuk pergi ke Belarusia.
Selain itu, menurut beberapa laporan, foto-foto satelit yang baru-baru ini diambil menunjukkan bahwa Belarusia sedang membangun sebuah kamp tentara untuk personel Wagner.
Zev Faintuch, analis intelijen senior di perusahaan keamanan Global Guardian, baru-baru ini mengatakan kepada Newsweek bahwa Prigozhin masih berguna bagi Putin dan bahwa kesepakatan yang dicapai untuk membatalkan pemberontakan kepala tentara bayaran itu bersifat sementara.
Faintuch mengatakan bahwa Putin sedang menunggu "saat yang tepat untuk menyingkirkannya pada saat ia menganggap kemungkinan serangan balik dari kaum ultranasionalis lebih rendah."
"Pemberontakan Prigozhin memperluas lingkup kritik pemerintah yang dapat diterima dan perlu dijadikan contoh," kata Faintuch.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Wagner akan tetap beroperasi di Afrika.
Kelompok ini memberi Rusia akses ke mineral dan sumber daya utama. Para ahli mengakui bahwa kelompok ini sangat berharga bagi Moskow dan akan terus mendorong tujuan kebijakan Kremlin di luar negeri. Sementara itu, pusat-pusat Wagner di Rusia pun terus merekrut personel.
Namun, Budanov mengatakan bahwa Prigozhin dan Wagner tidak akan menimbulkan masalah bagi Ukraina di Belarusia, di mana kamp-kamp untuk kelompok tentara bayaran itu dilaporkan sedang dibangun "karena pemindahan besar-besaran PMC (Wagner Group) ke Belarusia tidak direncanakan."
Ia mengatakan bahwa pusat yang ada di sana hanya bertujuan logistik, yang dibuat untuk operasi Wagner di luar negeri. Budanov percaya bahwa kesepakatan yang dicapai Prigozhin telah mengulur waktu bagi kepemimpinan Rusia. Hanya saja posisi kekuasaan mereka telah dirusak oleh mutasi minggu lalu dan tidak akan pernah sama lagi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4421 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1943 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1508 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 929 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun