Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Israel Targetkan Kota Khan Younis, Warga Diminta Pindah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Invasi di sebagian besar wilayah Jalur Gaza terus dilakukan Israel. Baru-baru ini, militer Israel juga telah memberi instruksi untuk melakukan pendudukan di sebagian besar wilayah Khan Younis.
Khan Younis merupakan kota terbesar kedua di Jalur Gaza. Militer Israel meminta warga yang tinggal di wilayah ini mengungsi ke daerah al-Muwasi, sebuah wilayah dengan minim fasilitas di dekat pantai.
"Instruksi umum bagi warga untuk pindah ke kawasan Al-Muwasi, blok-bloknya telah diperbarui dalam peta interaktif IDF yang terbit minggu lalu," kata pihak militer Israel menyampaikan instruksinya pada Sabtu (9/12) seperti diberitakan CNN.
Sebelum menginstruksikan perpindahan warga Khan Younis, Israel juga sempat menyampaikan 'permintaan mendesak' untuk warga sipil agar meninggalkan sebagian besar wilayah di dalam atau di sekitar Khan Younis.
Permintaan itu dilakukan karena saat ini perang antara militer Israel dengan kelompok Hamas terjadi di wilayah itu.
Juru bicara IDF, Avichay Adraee, dalam sebuah posting di Twitter atau X mengungkapkan desakan itu berlaku di "lingkungan Al-Katiba, Al-Mahatta, dan pusat kota di wilayah Khan Younis,"
"Kami menyerukan Anda untuk segera meninggalkan tempat Anda dan menuju tempat perlindungan yang ada di sebelah barat Khan Younis," kata dia.
Hingga kini tak ada rincian berapa banyak orang yang mengetahui instruksi tersebut.
Pasalnya, jaringan komunikasi dan ketersediaan internet di sebagian besar wilayah Gaza membuat masyarakat di wilayah ini kesulitan mengakses informasi daring.
Bahkan penampungan apa yang dimaksud Adraee juga tidak dijelaskan secara rinci berkaitan dengan keadaan dan apa saja yang tersedia di sana.
Al-Muwasi sendiri merupakan wilayah dengan garis pantai seluas sekitar 20 kilometer persegi. Al-Muwasi sebagian besar merupakan lahan terbuka, tapi telah menjadi saksi masuknya orang-orang yang mencoba melarikan diri dari pertempuran.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh PBB dan kelompok kemanusiaan macam Care International, Mercy Corps, dan WHO, wilayah tersebut tidak dapat berfungsi sebagai zona aman sampai semua pihak berjanji untuk tidak berperang di sana.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan hingga Sabtu (9/12), sebanyak 17.487 orang tewas dalam perang tersebut. Selain itu 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk wilayah itu juga mengungsi.
Hanya 14 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza yang saat ini berfungsi sesuai kapasitasnya, menurut badan kemanusiaan PBB OCHA, dan hanya sedikit bantuan yang menjangkau mereka yang membutuhkan.
"Mereka yang selamat dari pemboman tersebut kini menghadapi risiko kematian akibat kelaparan dan penyakit," kata Alexandra Saieh dari Save the Children.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1524 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1148 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 996 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 880 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah