Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Jerman Investasikan 4 Miliar Euro Untuk 'Perlindungan Iklim Alami'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perlindungan Iklim Alami adalah upanya memperkuat keanekaragaman hayati untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Antara lain dengan renaturasi lanskap, penanaman pohon dan penataan ruang.
Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke hari Selasa (29/3) mengumumkan rencana investasi sampai hampir 4 miliar euro untuk "perlindungan iklim alami", melengkapi langkah-langkah ambisius Jerman untuk mengurangi bahan bakar fosil dan emisi karbon.
"Hanya dengan bertindak dengan cara ini kita memiliki kesempatan untuk mencapai target iklim kita, menjadi netral iklim pada tahun 2045, dan melindungi fondasi alami kehidupan untuk anak dan cucu kita," kata SteffiLemke.
"Sudah saatnya kita berhenti bekerja melawan alam, dan memanfaatkan sinergi perlindungan alam dan iklim yang ada."
Rencana aksi yang diumumkan di Berlin bertujuan untuk memperkuat keanekaragaman hayati dan berkaitan dengan pedesaan Jerman dan kota-kotanya.
Menteri Lingkungan Steffi Lemke menguraikan lima bidang kegiatan, dengan langkah-langkah konkret yang akan diumumkan sepanjang tahun.
Lima agenda iklim Steffi Lemke mengatakan, lahan basah yang utuh akan dilindungi dan lahan basah yang telah dikeringkan akan dipulihkan dengan meningkatkan level air tanah.
Sungai, danau, kolam dan dataran banjir, yang "menyediakan banyak keanekaragaman hayati," juga akan dilindungi. Selanjutnya dia mengatakan, laut Jerman harus dianggap "sebagai sumber mata pencaharian dan bagian penting dari sistem iklim kita."
Agenda perlindungan iklim alami akan memperkuat fungsi alami lautan dengan menggunakannya secara lebih berkelanjutan. Selain itu, kawasan hutan lindung juga akan diperluas dengan program perlindungan ekosistem hutan.
Steffi Lemke mengatakan bahwa hutan yang dimiliki oleh pemerintah federal dan dianggap efektif sebagai penyerap karbon tidak akan ditebang lagi.
Sebagai bagian dari rencana "perlindungan iklim perkotaan", pemerintah mengharapkan untuk menanam sebanyak 150.000 pohon di kota-kota di seluruh Jerman.
Selain itu, taman kota akan mendapat perlindungan khusus karena perannya dalam memberikan keteduhan dan udara yang lebih sejuk dibandingkan jalanan beraspal yang padat dan alun-alun kota yang tandus.
Banyak dari langkah-langkah yang digariskan akan membutuhkan kerja sama dari 16 pemerintah negara bagian Jerman, kata Steffi Lemke. Reaksi beragam Agenda Kementerian Lingkungan disambut dengan reaksi beragam.
Ketua Asosiasi LSM Lingkungan Jerman Sascha Müller-Kraenner menerangkan: "Penyerapan karbon oleh ekosistem alami adalah pilar penting ketiga di jalan menuju netralitas iklim - di samping penghematan energi dan perluasan energi terbarukan."
Kelompok lingkungan lain seperti Greenpeace dan World Wide Fund for Nature (WWF) juga menyambut baik pengumuman tersebut. Namun kalangan petani menyatakan kurang puas.
Presiden Asosiasi Petani Jerman Joachim Rukwid mengatakan, rencana itu hanya akan berhasil jika pemerintah menjangkau mereka yang terkena dampak perubahan peraturan penggunaan lahan.
"Peluang pendapatan alternatif harus diciptakan, sehingga lahan dapat terus digunakan," katanya.
Kubu oposisi Kristen Demokrat CDU/CSU menilai, rencana itu belum memperlihatkan "konsep keseluruhan yang menggabungkan perlindungan iklim dan adaptasi iklim."
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1977 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1802 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1334 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1211 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah