Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Kapal Tenggelam di Buton Tengah: 15 Penumpang Tewas, 19 Hilang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah kapal penyeberangan antardesa yang membawa 40 penumpang tenggelam di Teluk Mawasangka Tengah, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara pada Senin (24/7) dini hari. Sebanyak 15 penumpang dilaporkan tewas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari Muhamad Arafah mengatakan 19 penumpang dilaporkan hilang dan enam lainnya selamat.
"Akibat kejadian tersebut untuk sementara 15 orang penumpang dinyatakan meninggal dunia," kata Arafah dalam keterangannya.
Arafah menyebut seluruh korban meninggal telah teridentifikasi di Puskesmas Mawasangka Timur dan sudah diserahkan ke pihak keluarga.
Menurutnya, insiden itu terjadi saat kapal yang membawa puluhan penumpang itu berlayar dari Desa Lanto menuju ke Desa Lagili.
"Kapal penyeberangan antar desa tenggelam pada saat melakukan penyeberangan dari Lanto menuju Desa Lagili dari mengikuti kegiatan HUT Buteng," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Arafah, saat ini pihaknya masih berupaya melakukan pencarian terhadap 19 penumpang kapal yang dilaporkan hilang.
Dalam upaya pencarian ini, tim terbagi menjadi dua. Tim pertama melakukan penyelaman di sekitar lokasi kecelakaan kapal (LKK).
"Tim 2 melakukan penyisiran di atas permukaan air di sekitar LKK dengan menggunakan rubberboat dan longboat," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1935 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1752 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1304 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1173 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah