Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kasus Dugaan Penyimpangan Seksual di Buleleng, Korban dan Terlapor Saling Kenal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus penyimpangan seksual yang nyaris dialami pelajar SMP berusia 16 tahun di wilayah Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, kian memanas. Pasalnya, terdapat perbedaan keterangan antara korban dan terlapor.
Kanit IV PPA dan Tipidter Sat Reskrim Polres Buleleng, Iptu Agus Fajar Gumelar pada Kamis (5/2) mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan terlapor yang diketahui berinisial PAW (22) serta korban bernisial Putu E. Hasilnya, antara terlapor dan korban ternyata sudah saling kenal.
Kedua pria tersebut kata Iptu Fajar, berkenalan lewat sosial media, tiga hari sebelum kejadian. Selanjutnya pada Selasa (13/1) malam, keduanya sepakat bertemu di kos milik terlapor, di Jalan Pulau Komodo, Kelurahan Banyuning. Terlapor mengaku ingin mengajak korban untuk keliling kota, dengan mengendarai satu motor karena saat itu korban sedang pusing, ada masalah dengan keluarga.
"Awalnya korban mengaku pulang dari rumah sakit habis menjenguk kakeknya. Kemudian bertemu dengan pria yang tidak dikenal. Ternyata dari hasil pengembangan, korban dan terlapor sudah saling kenal," jelas Iptu Fajar.
Setelah korban tiba di kos tersebut, ajakan untuk cari angin keliling kota, tiba-tiba berubah. Terlapor justru mengajak korban untuk melakukan penyimpangan seksual.
"Saat itu korban mau datang ke kos terlapor, karena mengaku sedang pusing, ada masalah dengan keluarga. Namun setibanya di kos, korban justru diajak berhubungan seksual," terang Iptu Fajar.
Ajakan itu kemudian ditolak oleh korban. Hingga membuat terlapor marah, dan menganiaya korban serta membanting ponselnya. Korban sebut Iptu Fajar, sempat berteriak minta tolong namun tak ada yang mendengar. Ia kemudian berhasil melarikan diri dan kabur ke rumah pamannya. Sementara motornya, tertinggal di kos terlapor.
Meski terlapor dan korban telah dimintai keterangan, Iptu Fajar menyebut, pihaknya belum menetapkan PAW sebagai tersangka. Sebab masih menunggu hasil visum dari korban.
Selain itu, meski sudah saling kenal Terlapor terancam pasal penganiayaan ringan dan perasukan, dengan ancaman hukuman dua tahun penjara. "Tidak dikenai pasal pelecehan, karena tindak pelecehan itu belum dilakukan," tandas Iptu Fajar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan