Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Kebakaran Hutan Belum Padam, 990 Hektar Lahan Hangus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kebakaran hutan di California, Amerika Serikat, masih berlanjut sejak akhir pekan lalu. Hingga awal pekan ini, total 990 hektar lahan hangus dilalap si jago merah. Kantor pemadam kebakaran California melaporkan, ratusan hektar semak dan tumbuhan itu baru yang terhitung hingga Senin (13/6) sore.
Menurut mereka, hingga Senin malam, baru 19 persen api yang berhasil dipadamkan. Petugas mengaku kesulitan memadamkan api karena vegetasi yang lebat, medan curam, dan angin tak menentu.
Mereka memastikan bahwa sejauh ini tak ada korban tewas atau bangunan yang hangus. Namun, kabel yang rusak akibat kebakaran memang menghambat komunikasi.
Departemen Perlindungan Kebakaran Hutan menyatakan penyebab kebakaran hingga kini masih diselidiki.
Demi menghindari korban, Kantor Sheriff wilayah San Bernardion mengeluarkan perintah evakuasi bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur kebakaran di Pegunungan San Gabriel, dekat Wrightwood.
Kebakaran juga menyebabkan evakuasi warga yang tinggal di Arizona. Mereka khawatir api menjalar ke wilayah itu karena angin yang tak menentu.
California terus mengalami serangkaian kebakaran hutan selama beberapa tahun terakhir. Kebakaran ini disebabkan kekeringan, dan suhu yang lebih panas.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1993 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1822 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1351 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1231 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah