Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kemenparekraf Serap Aspirasi Pelaku Usaha di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf (Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf) Ni Wayan Giri Adnyani berkesempatan menyerap secara langsung aspirasi serta kendala yang dihadapi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan.
Utamanya dalam mendorong pengembangan desa wisata berkelanjutan sesuai dengan pedoman dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat setempat.
Salah satu masukan yang disampaikan adalah perlunya pengawasan lebih lanjut mengenai kemudahan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS).
Sebab permohonan izin tidak lagi berproses dari mulai tingkat terbawah yakni kepala kewilayahan dan perbekel namun langsung ke pusat.
Merespons hal tersebut, Sesmenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, dalam kegiatan ‘Sosialiasi Pedoman dan Standar Desa Wisata Berkelanjutan’ di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (25/7) menyarankan Camat Marga untuk melengkapi dokumentasi terkait keluhan/dampak negatif perizinan via OSS.
“Hal ini untuk menguatkan komunikasi di pusat, sehingga tidak hanya mengandalkan lisan. Para perbekel yang mengikuti sosialisasi dengan keluhan yang sama tentang perizinan OSS perlu menginventarisasi masalah diperkuat dengan justifikasi dan dokumentasinya. Kami bantu meneruskan ke instansi terkait,” ujar Giri Adnyani.
Camat Marga, I Gede Nengah Sugiartha, mengungkapkan banyak investor yang melirik lahan pertanian di Tabanan untuk pembangunan villa bahkan ternak usaha. Mengingat desa wisata di Tabanan lebih banyak mengandalkan pesona keindahan sawah. Sehingga perlu ada pengawasan lebih ketat untuk tetap menjaga keberlanjutan kawasan desa.
“Dengan mudahnya mengurus izin via OSS, tiba-tiba ada izin pembangunan vila. Perbekel dan kepala kewilayahan tidak tahu menahu dengan pembangunan itu,” ujar Sugiartha.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf Dr Frans Teguh menambahkan, untuk mengamankan persawahan dari gempuran akomodasi pariwisata perlu diperkuat dengan peraturan desa yang berlaku di masyarakat.
Sosialisasi Pedoman dan Standar Desa Wisata Berkelanjutan juga menghadirkan Kepala Program Manajemen Perhotelan, Universitas Pelita Harapan dan selaku auditor Pariwisata Berkelanjutan, Dr Amelda Pramezwary sebagai narasumber.
Peserta kegiatan diikuti oleh perbekel dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari Desa Kukuh, Desa Tegaljadi, Desa Beringkit Belayu, Desa Cau Belayu, Desa Marga Dauh Puri, Desa Baru, Desa Tua (Kecamatan Marga), Desa Tajen Kecamatan Penebel, dan Desa Beraban Kecamatan Selemadeg Timur.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan