Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Ketua Asrama Sodomi Santri di Ponpes
BERITABALI.COM, NTB.
Kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) kembali terjadi. Kali ini di salah satu Ponpes di wilayah Gunung Sari, Lombok Barat.
Pelakunya IA (20 tahun), Ketua kamar asrama siswa laki-laki, yang juga seorang penghafal Al-Quran (Hafiz) 30 Juz. Dan korban sodomi, seorang siswa ponpes usia 14 tahun.
Baca juga:
6 Tahun Guru Ngaji Sodomi Puluhan Santrinya
Saat ini kasus sodomi tersebut masih ditangani oleh pihak Unit PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB. Berkas kasusnya masih harus dilengkapi atau P19 dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.
"Berkas perkara sudah dikirim ke JPU dan sedang menunggu hasil penelitian dari JPU," ungkap Wadirkrimum Polda NTB, AKBP Feri Jaya Satriansya, Kamis (19/1).
Baca juga:
Seorang Pemuda Sodomi Bocah di Toilet Masjid
Dijelaskan Feri, pelaku bukan seorang guru, karena tidak tercatat di dalam akademi. Namun hanya orang yang membantu secara sukarelawan yang mengajarkan mengaji anak-anak di Ponpes.
Selain kekerasan seksual, IA juga melakukan kekerasan fisik bila korban menolak keinginan seksual dari tersangka.
Peristiwa ini terjadi sekitar bulan Agustus 2022 dan dilaporkan ke Polda NTB pada 30 September 2022. Kemudian tersangka ditangkap pada 9 Desember 2022.
"Saat ini tim penyidik sedang mengajukan perpanjangan penahanan di Pengadilan Negeri (PN) karena masa tahanan pelaku akan habis tanggal 6 Febuari 2023 ini," ujar AKBP Feri Jaya Satriansya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang