Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Korut Kerahkan Tim Medis Tangani Wabah Penyakit Usus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Utara mengerahkan kru medis dan penyelidik epidemiologi untuk mengatasi wabah penyakit usus, Minggu (19/6). Media pemerintah Korut KCNA melaporkan 'Tim Diagnosis Cepat dan Perawatan' nasional dikerahkan bersama pejabat kesehatan lokal untuk menangani wabah tersebut.
Sementara itu, setidaknya 800 orang menderita 'epidemi enterik akut' di Provinsi Hwanghae Selatan, dikutip dari CNN.
Enterik sendiri merujuk pada saluran pencernaan, sementara beberapa pejabat Korea Selatan menyebut wabah tersebut mungkin saja wabah kolera atau tifus.
Penyebaran wabah ini pertama kali dilaporkan pada Kamis (16/6), memperburuk kondisi Korut yang kini juga berhadapan dengan krisis pangan dan infeksi Covid-19.
Untuk mengatasi penyebaran wabah itu, KCNA mengumumkan berbagai langkah pencegahan. Sejumlah langkah itu, yakni karantina, pemantauan intensif masyarakat, pun pemantauan dan perawatan spesial untuk masyarakat rentan, seperti anak-anak dan lansia.
Pemerintah juga terus melakukan disinfeksi demi menangkal penyebaran wabah ini. KCNA melaporkan 19.130 kasus demam pada Minggu (19/6). Namun, media itu tak menjelaskan detail berapa banyak kasus yang merupakan infeksi Covid-19.
Sejauh ini, lebih dari 4,6 juta warga Korut mengalami gejala demam sejak Kim Jong Un mengumumkan negaranya mendeteksi kasus Covid-19.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1997 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1828 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1355 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1237 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah