Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster Janji Beri Insentif Untuk Pecalang

Sabtu, 7 Februari 2026, 13:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Koster Janji Beri Insentif Untuk Pecalang.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Gubernur Bali Wayan Koster berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada pecalang di seluruh Bali melalui program pemberian insentif yang disalurkan lewat Desa Adat. 

Kebijakan ini disiapkan sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis pecalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban Pulau Dewata.

Janji tersebut disampaikan Koster saat menyerahkan bantuan seragam pecalang di Desa Adat Buleleng, Sabtu (7/2). Menurutnya, keberadaan pecalang memiliki peran vital, khususnya dalam pengamanan kegiatan adat hingga situasi darurat di luar tugas TNI dan Polri.

"Waktu mau ada demo, begitu pecalang se Bali apel di Bajra Shandi buwung (tidak jadi) ada demo. Takut. Jadi ini pentingnya pecalang. Jasa pecalang sangat besar dan sangat dibutuhkan oleh pemerintah, untuk menjaga Bali sepanjang masa," katanya.

Koster mengakui selama ini perhatian pemerintah terhadap pecalang masih terbatas. Karena itu, ke depan pemerintah provinsi berkomitmen memberikan dukungan lebih nyata, mulai dari bantuan seragam hingga insentif rutin.

"Tuyuh gen anake. Kami akan berikan perhatian untuk para pecalang. Perhatian sebagaimana mestinya, karena pecalang itu sifatnya ngayah," ucapnya.

Terkait waktu realisasi insentif, Koster menyebut program tersebut diupayakan mulai berjalan pada 2027 atau 2028. Ia menjelaskan, anggaran tahun 2026 masih difokuskan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Bali.

"Belum bisa ditahun ini, karena banyak jalan yang harus kami perbaiki di tahun ini. Untuk pembebasan lahan shortcut juga mencapai Rp 80 Miliar. Shortcut tidak boleh berhenti. Kalau itu sudah selesai, pasti insentif untuk pecalang saya salurkan. Saya tidak pernah lupa. Sabar dulu, pasti terwujud," terangnya.

Besaran insentif yang akan diberikan masih dalam tahap perhitungan, menyesuaikan kemampuan anggaran Pemprov Bali. Namun, Koster memperkirakan tambahan dana sekitar Rp 50 juta per desa adat khusus untuk insentif pecalang.

"Saat ini desa adat sudah kami berikan Rp 300 juta per tahun. Nanti akan ditambah lagi Rp 50 juta khusus untuk insentif pecalang. Doakan supaya pendapatan meningkat. Semakin cepat insentif disalurkan, semakin bagus," terangnya.

Salah satu pecalang Banjar Dinas Banjar Jawa, Desa Adat Buleleng, Made Dwi Arsanata (49), menyambut baik rencana tersebut. Ia mengaku selama 30 tahun menjalani tugas sebagai pecalang, seluruh biaya operasional ditanggung secara pribadi.

"Murni ngayah. Kalau memang Pak Gubernur mau memberikan insentif untuk pecalang, dan anggarannya ada, ya kami sangat membutuhkan. Kami tidak mematok nominal. Kasian pecalang-pecalang, sudah tua, tidak punya pekerjaan. Ada juga yang cuma jadi buruh," katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami